Gelar Annual Meeting, INACA Serukan Sinergi Antarmaskapai

Indonesia National Air Carriers Association menyerukan agar para pelaku dan regulator industri penerbangan mengambil langkah taktis dan antisipatif untuk menjamin kesinambungan bisnis usaha penerbangan.
Sri Mas Sari | 26 Oktober 2018 00:15 WIB
Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra memberikan sambutan saat Rapat Umum Tahunan INACA 2018, di Jakarta, Kamis (25/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyerukan agar para pelaku dan regulator industri penerbangan mengambil langkah taktis dan antisipatif untuk menjamin kesinambungan bisnis usaha penerbangan. 

Ketua INACA yang juga Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk., I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra  menjelaskan dibutuhkan sinergi solid antarmaskapai anggota INACA menuju operational excellence dengan komitmen maskapai, lembaga, dan pemerintah.

Apalagi, pelaku industri penerbangan Indonesia sangat dituntut untuk terus melakukan pembenahan yang menempatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan penerbangan sebagai aspek yang paling utama. 

"Menghadapi situasi menantang tersebut, baik maskapai penerbangan maupun pemerintah harus saksama mengambil langkah taktis dan antisipatif untuk menjamin sustainability bisnis usaha penerbangan," katanya dalam siaran pers, Kamis (25/10/2018).  

 I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra  yag biasa disapa Ari Askhara menilai Indonesia saat ini menjadi negara terbesar yang menguasai pangsa pasar aviasi di Asean mengingat pertumbuhan industri penerbangan Indonesia selalu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sekitar 9%. 

Kemudian, adanya sejumlah pengembangan infrastruktur bandara yang dilaksanakan pada 2017-2018  juga berdampak langsung dan memiliki pengaruh positif terhadap jumlah traffic di industri penerbangan nasional. 

Dia melihat pertumbuhan itu seharusnya bisa menjadi modal Indonesia untuk memperbesar peran industri transportasi udara bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, ditambah lagi dengan adanya kesepakatan keterbukaan pasar udara antarnegara Asean.

Menurutnya, industri penerbangan menjadi suatu tumpuan ketika mayoritas pergerakan sektor wisata didominasi oleh aviasi. "Karena setiap jaringan kita akan memberikan makna dan nilai tambah khususnya bagi destinasi-destinasi pusat wisata dan pusat ekonomi baru," tutur Ari.

Standar keselamatan penerbangan Indonesia juga berperan terhadap peningkatan industri aviasi. Hasil audit keselamatan penerbangan Indonesia mampu mencapai 81,1% atau peringkat kedua keselamatan penerbangan di Asean.

Tag : inaca
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top