Rich Products Resmikan Pabrik Non-Dairy Whip Topping di Cikande

PT Rich Products resmikan pabrik non-dairy whip topping di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Pabrik tersebut menyuplai kebutuhan wilayah Asia dan akan memenuhi kebutuhan lokal.
Wibi Pangestu Pratama | 24 Oktober 2018 21:15 WIB

Bisnis.com, SERANG – PT Rich Products resmikan pabrik non-dairy whip topping di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Pabrik tersebut menyuplai kebutuhan wilayah Asia dan akan memenuhi kebutuhan lokal.

Perusahaan makanan yang dibangun pada 1945 tersebut mendirikan pabrik non-dairy whip topping pertama di Indonesia. Pabrik seluas 2,5 hektar tersebut diresmikan pada Rabu (24/10/2018) oleh Ted Rich, Senior Vice President PT Rich Products dan Eddy Chan, President of Rich Southeast Asia, Australia, and New Zealand. Turut hadir pula pejabat pemerintahan di sekitar kawasan industri Cikande.

Ted menjelaskan bahwa Indonesia merupakan pasar potensial sehingga menarik minat perusahaan global tersebut untuk berinvestasi. Pembangunan pabrik di Indonesia sendiri, jelas Ted, dapat memperkuat operasi bisnis Rich's yang telah ada di Asia, khususnya di Asia Tenggara.

"Secara keseluruhan kami melihat kondisi ini [perekonomian Indonesia] sebagai suatu peluang bsar di mana kami dapat menghadirkan produk dan solusi inovatif kepada lebih banyak pelanggan di seluruh wilayah Indonesia," ujar Ted pada Rabu (24/10/2018) di pabrik Rich's, Serang.

Eddy menambahkan Indonesia telah menjadi pasar Rich's cukup lama. Dengan diresmikannya pabrik di Cikande tersebut, kebutuhan dalam negeri akan mulai dipenuhi dalam waktu dekat.

Pabrik tersebut dibangun pada 2016 dan mulai beroperasi pada 2017. Dengan kapasitas produksi per hari maksimal 50 ton, pabrik tersebut menyuplai kebutuhan di berbagai negara, khususnya Asean, seperti Malaysia, Thailand, Brunei, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Secara global Rich's memiliki 34 pabrik yang tersebar di berbagai negara. Perusahaan keluarga tersebut mencatatkan penjualan tahunan mencapai US$3,8 miliar melalui bisnis di lebih dari 100 negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top