Inalum Pastikan Pembiayaan Asing Tak Gunakan Jaminan

PT Inalum memasikan bahwa tak ada jaminan aset ataupun saham yang diperlukan dalam transaksi pembelian saham Freeport Indonesia, yang menggunakan perbankan luar negeri
Anitana Widya Puspa | 18 Oktober 2018 23:39 WIB
Produksi aluminium ingot di PT Inalum Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Selasa (2/8). - Antara/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA - PT Inalum memasikan bahwa tak ada jaminan aset ataupun saham yang diperlukan dalam transaksi pembelian saham Freeport Indonesia, yang menggunakan perbankan luar negeri

Head of Corporate Communication Inalum Rendi Achmad Witular menegaskan, ‎perusahaan tidak memberikan jaminan dalam bentuk apapun kepada institusi internasional penyedia dana,

“Inalum bisa memperolehnya karena berdasarkan evaluasi mereka [perbankan] Freeport Indonesia memiliki potensi bisnis yang bagus, tidak memiliki utang dan memiliki keuangan yang baik serta dinilai bisa menghidupi perusahaan sendiri. Menurut mereka nilai pinjaman juga tidak terlalu besar, makanya mereka mau masuk,” ujar Rendi, Kamis (18/10/2018).

Sebelumnya, Inalum juga menyebut sejauh ini ada 8 bank asing yang sepakat untuk mendanai, namun tekannya tak ada yang berasal dari China. Sumber pinjaman dari bank asing dipilih selain karena suku bunga yang lebih kompetitif, juga untuk menghindari dolar Amerika Serikat (AS) keluar negeri.

Jika menggunakan perbankan dalam negeri, maka stok dolar AS yang ada di dalam negeri akan berkurang, hal ini akan berujung pada pelemahan rupiah.

Sebagai informasi, PT Inalum (Persero), Freeport-McMoRan Inc., dan Rio Tinto telah meneken perjanjian jual beli (sales purchase agreement/SPA) pada 27 September 2018.

Perjanjian jual beli saham ini sebagai tindak lanjut atas kesepakatan sebelumnya, yaitu perjanjian pendahuluan (head of agreement/HoA) yang diteken pada 7 Juli 2018. Pada saat penandatanganan HoA, seluruh pihak sepakat nilai saham divestasi PT Freeport Indonesia yang mencapai US$3,85 miliar.

Nilai US$3,85 miliar yang telah disepakati terbagi atas US$3,5 miliar untuk hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Tinto sebesar 40% saham di Freeport Indonesia dan US$350 juta untuk 5,6% saham (setelah terdilusi) PT Indocopper Investama yang seluruh sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Inc.

Jika disetarakan menjadi saham, harga PI Rio Tinto lebih mahal dari harga saham Indocopper Investama. Jika mengacu pada harga yang disepakati untuk 5,6% saham Indocopper Investama, 100% saham Freeport Indonesia senilai US$6,25 miliar.

Setelah SPA diteken, tahap selanjutnya adalah menuntaskan pembayaran (financial close). Pihak pembeli (Inalum) membayar US$3,85 miliar kepada Rio Rinto dan Freeport-McMoRan Inc. Penuntasan pembayaran dilakukan setelah penandatanganan SPA. 

 

 

Tag : Freeport, inalum
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top