Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AirNav Yakin Layanan Lalu Lintas Pesawat di Pontianak Kian Prima

PT Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia meyakini pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandara Supadio, Pontianak, kian prima setelah menara pengawas alias air traffic controler (ATC) tower baru beroperasi hampir 10 bulan.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 16 Oktober 2018  |  20:34 WIB
General Manager AirNav Indonesia cabang Pontianak Wasyudi Zufka (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Tower ATC Bandara Supadio, Kamis (8/2 - 2018). Bisnis.com/Rio Sandy Pradana
General Manager AirNav Indonesia cabang Pontianak Wasyudi Zufka (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Tower ATC Bandara Supadio, Kamis (8/2 - 2018). Bisnis.com/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, PONTIANAK -- PT Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) atau AirNav Indonesia meyakini pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandara Supadio, Pontianak, kian prima setelah menara pengawas alias air traffic controler (ATC) tower baru beroperasi hampir 10 bulan.

Diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 28 Desember 2017, ATC tower baru menggantikan menara lama yang sudah tidak memenuhi syarat lagi. 

Manajer Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Cabang Pontianak Karno mengatakan tower lama setinggi 15 meter yang dibangun pada dekade 1980 lebih rendah dari terminal penumpang Bandara Supadio sehingga dari kabin menara, petugas tidak dapat optimal melihat sekeliling bandara. Secara visual, petugas hanya dapat melihat sekeliling 180 derajat. Selebihnya dibantu oleh CCTV. "Padahal, tower harus terbuka, 360 derajat bisa melihat," katanya, Selasa (16/10/2018).

Kini dengan tinggi 42 meter atau 9 lantai, ATC tower yang baru lebih memadai. Petugas dapat melihat pemandangan 360 derajat di sekitar bandara dari kabin menara seluas 147,1 m2. 
 
ATC tower dilengkapi dengan ATC system (sistem pengaturan lalu lintas udara), APP radar, FSS radar (fasilitas penyedia informasi bagi pilot selama penerbangan), VOR /DME (stasiun navigasi radio), dan ILS RWY 15 (instrumen sistem pendaratan di runway 15).
 
Di menara juga terdapat fasilitas pendukung, seperti lift berkapasitas 1 ton, UPS 3 fase sebanyak 2 unit, serta VHF utama dan sekunder. 
 
Airnav Cabang Pontianak melayani lima penerbangan internasional, yakni empat penerbangan rute Pontianak-Kuching dan satu penerbangan rute Pontianak-Kuala Lumpur. 
 
Pada saat yang sama, terdapat 59 penerbangan domestik (118 pergerakan) yang dilayani AirNav Pontianak. Sebagian besar merupakan rute Pontianak-Jakarta (24 penerbangan), diikuti penerbangan ke Ketapang (10), Sintang (4), Batam (3), Puttusibau (3), Bandung (2), Makassar (1), Palangkaraya (1), Semarang (1), dan Pangkalpinang (1).
 
Manajer Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Cabang Pontianak Zuhron Navani menambahkan pelayanan penerbangan AirNav Cabang Pontianak telah mendapatkan sertifikat Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 172 dari Kementerian Perhubungan, khususnya menyangkut peralatan telekomunikasi.
 
CASR 172 merupakan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan untuk operator layanan navigasi penerbangan. Sertifikasi dilakukan melalui serangkaian proses, a.l. pengajuan dokumen, verifikasi dokumen, hingga verifikasi lapangan oleh inspektur dari Kemenhub.
 
"Peralatan telekomunikasinya sudah tersertifikasi satu demi satu sehingga nanti pengguna jasa yakin di Pontianak ini sudah lengkap," ujar Zuhron.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keselamatan penerbangan
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top