Besok, ALFI Gelar Aksi Diam di Pelabuhan Teluk Bayur

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia menyatakan aksi mogok atau 'aksi diam' dengan tidak melakukan kegiatan di Pelabuhan Teluk Bayur Padang Sumatra Barat akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB pada Senin 8 Oktober 2018 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Akhmad Mabrori | 07 Oktober 2018 14:51 WIB
Refleksi tumpukan peti kemas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Teluk Bayur yang dikelola Pelindo II, di Padang, Sumatra Barat, Kamis (14/9). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia menyatakan aksi mogok atau 'aksi diam' dengan tidak melakukan kegiatan di Pelabuhan Teluk Bayur Padang Sumatra Barat akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB pada Senin 8 Oktober 2018 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sumatra Barat HM Tauhid mengatakan, aksi itu merupakan aksi damai dan bukan unjuk rasa sebagai bentuk protes atas dugaan monopoli yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia II/IPC cabang Teluk Bayur dalam pekerjaan bongkar muat dari dan ke kapal.

Aksi itu juga menyuarakan tuntutan para pekerja yang diwakili asosiasi terkait di Pelabuhan Teluk Bayur antara lain Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumatra Barat, Indonesian National Shipowners Association (INSA), ALFI serta Koperbam Pelabuhan Teluk Bayur dan Koperasi Angkutan Barang Pelabuhan (Kopanbabel) Teluk Bayur.

"Kami juga menuntut pemerintah untuk mencabutan PM 152 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal di Pelabuhan karena aturan itu memberangus perusahaan bongkar muat di pelabuhan dan menciptakan monopolistik Pelindo/BUP," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (7/10/2018).

Dia menegaskan 'aksi diam' secara damai dengan tidak melakukan kegiatan di Pelabuhan Teluk Bayur merupakan aspirasi bersama asosiasi penyedia dan pengguna jasa dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di pelabuhan itu.

Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC menjamin kelancaran arus barang dan logistik menyusul akan adanya 'aksi diam' tidak bekerja sebagai bentuk protes pekerja dari sejumlah asosiasi di pelabuhan Teluk Bayur Sumbar pada Senin 8 Oktober 2018.

General Manager Pelindo II Teluk Bayur Armen Amir mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi aspek pengamanan aksi itu dengan melibatkan Polresta Padang dan Lantamal II Padang. "Ngak ada kok monopoli kegiatan bongkar muat di Teluk Bayur oleh Pelindo II seperti yang dituduhkan itu," ujar Armen melalui siaran pers,Minggu (7/10/2018).

Tag : pelabuhan teluk bayur
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top