Gempa Palu-Donggala: 10 Kapal Negara Telah Dikerahkan Angkut Barang Bantuan

Kementerian Perhubungan terus mengirimkan kapal bantuan logistik setelah 10 kapal negara dan kapal public service obligation (PSO) dikerahkan selama hampir sepekan terakhir ke lokasi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Sri Mas Sari | 05 Oktober 2018 00:52 WIB
Kapal Ternak Camara Nusantara I - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan terus mengirimkan kapal bantuan logistik setelah 10 kapal negara dan kapal public service obligation (PSO) dikerahkan selama hampir sepekan terakhir ke lokasi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Sepuluh kapal yang berhasil sandar dan melakukan bongkar muatan bantuan logistik di Pelabuhan Pantoloan mencakup KNP Pasatimpo P. 212 milik Pangkalan PLP Bitung, KN Miang Besar milik Distrik Navigasi Samarinda, KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang milik PT Pelni, KMP Julung Julung milik PT ASDP, KN Gandiwa MP. 118 milik Pangkalan PLP Bitung, KN De Brill milik Distrik Navigasi Makassar, KRI Ahmad Yani milik TNI AL, KM Merak milik Distrik Navigasi Bitung, serta KRI Makassar 590 milik TNI AL.

Bantuan yang berhasil digalang Posko Quick Response Kementerian Perhubungan mencakup kebutuhan pokok pengungsi di Donggala, Palu, dan Sigi, seperti air mineral, makanan, obat-obatan, dan pakaian.

Kepala Kantor Syahbandar Tanjung Priok Sudiono mengatakan pemerintah kembali mengirimkan satu kapal, yakni KM Camara Nusantara 3, menyusul 10 kapal pendahulu menuju Pelabuhan Pantoloan. 

Berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, KM Camara Nusantara 3 dengan operator PT Pelni akan mengangkut 70 unit truk bantuan kemanusiaan dari Kemenhub, stakeholders terkait di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, masyarakat umum, dan Polri.  "Jumlah total muatan yang diangkut kurang lebih 230 ton," katanya, Kamis (4/10/2018).

Kapal tersebut mengangkut obat-obatan 224 boks, 6,5 ton beras, pakaian untuk dewasa dan bayi, serta selimut dan handuk 141 boks. TNI dan Polri juga memberangkatkan 25 unit truk yang mengangkut 7.537 boks berisi makanan, minuman, obat-obatan dan susu, 5 unit genset, 3.914 boks berisi pakaian dewasa dan bayi, kebutuhan dapur, serta beras 9,8 ton. 

Bantuan itu diperkirakan tiba di Pantoloan Minggu (7/10/2018) sore untuk kemudian diserahkan kepada posko PT Pelindo Cabang Pantoloan dan selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat.

KM Camara Nusantara 3 merupakan kapal khusus angkutan ternak yang dilayani Pelni. Kapal ini memiliki kapasitas angkut ternak 500 ekor dan kapasitas ruang muat 150 ton. Kapal itu memiliki pelabuhan pangkal di Kupang dan melayani trayek T-2 dengan rute Kupang-Tanjung Priok-Cirebon-Kupang-Cirebon- Bengkulu-Cirebon-Kupang. Kapal bantuan berikutnya, yakni KM Camara Nusantara 1 dijadwalkan berangkat 7 Oktober dengan deviasi ke Palu.

Sementara itu, perusahaan pelayaran swasta yang ingin mengerahkan kapalnya untuk mengirimkan bantuan ke lokasi gempa menyampaikan jadwal ke syahbandar, otoritas pelabuhan, dan Posko Quick Response Kemenhub. 

Posko Quick Response berlokasi di ruang Marine Command Center (MCC) dan Puskodalops lantai 4 Gedung Karsa Kemenhub. Posko itu setiap hari dijaga oleh para petugas secara bergantian selama 24 jam dan dapat dihubungi di nomor (021) 3456614, (021) 3451364, dan 081385253006.

"Kami akan bantu publikasinya untuk diinformasikan kepada masyarakat luas," kata Pelaksana Tugas Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Wisnu Handoko.

Tag : Gempa Palu
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top