Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Revolusi Industri 4.0, Generasi Milenial Jadi Kunci Kompetisi Global

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dalam mencapai target menjadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Oktober 2018  |  15:23 WIB
Revolusi Industri 4.0, Generasi Milenial Jadi Kunci Kompetisi Global
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah menetapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dalam mencapai target menjadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030.

Jumlah penduduk yang banyak, ditunjang dengan perkembangan insfrastuktur dan sumber daya manusia bisa menjadi modal penting untuk melaksanakn revolusi industri 4.0.

"Empowering human talent adalah kunci kemajuan Indonesia. Setelah pembangunan infrastruktur kita akan melanjutkan pada pengembangan sumber daya manusia. Kita perlu menguasai bahasa-bahasa teknologi baru,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Perindustria dan inisiator Indonesia  4.0, pada saat Investor Gathering.

Menurut Airlangga, yang juga Ketua Umum Golkar, Indonesia memerlukan sekitar 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi digital pada 2030.

Dia menekankan bahwa peluang industri 4.0 begitu luas. Pemerintah terus berusaha untuk mensosialisasikan kepada berbagai sektor industri agar produk-produk yang dihasilkan bisa bersaing di era industri 4.0.  Beberapa kegiatan pemerintah dalam mendukung Making Indonesia 4.0 di antaranya dengan mendukung usaha mikro, kecil dan menengah dengan membuat platform e-commerce dan program 3-smart IKM untuk industri kecil dan menengah agar dapat menembus pasar ekspor melalui platform digital. 

Pemerintah juga tengah menyusun regulasi mengenai Audit Teknologi Industri (ATI) untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan aset teknologi yang dimanfaatkan industri di Indonesia.

“Sejauh ini, ada beberapa sektor industri yang memiliki potensi yang sangat cerah dengan menerapkan industri 4.0, yaitu food & beverages, chemical, tekstile, otomotif dan elektronik,’ kata Airlangga. 

 Ketua Badan Anggaran DPR Azis Syamsuddin mengatakan peluang revolusi industry 4.0 ini sangat besar jika kita mampu beradaptasi dan bertransformasi secara relevan.

Menurutnya, produktivitas akan meningkat, berkurangnya idle capacity, dan peluang pasar Indonesia yang luar biasa. Ia mencontohkan, Indonesia sudah punya 4 unicorn, berarti ini cocok dan bisa berkembang cepat di Indonesia. Tantangan tentu saja kesiapan infrastuktur penunjang seperti fisik,  kelembagaan, regulasi dan kesiapan human capital. 

 “DPR akan berusaha berkolaborasi dengan pemerintah untuk di satu sisi mengkatalisasi dan mewujudkan ecosystem yg tepat dan kondusif. Namun di sis lain memperhatikan pengawasan dan perlindungan kepentingan, minimalisir dampak negatif, melalui regulasi yang tepat,” kata Azis Syamsuddin.

Revolusi industri 4.0 tidak hanya mengubah industri tetapi juga pekerjaan, cara berkomunikasi, berbelanja, bertransaksi, hingga gaya hidup. Oleh karenanya, selain mempertahankan eksistensi usha, pelaku bisnis juga dihimbau agar memberikan dukungan pelatihan agar anak bangsa akan terus berkembangan mengikuti perkembangn dunia digital.

“Kaum millenial sangat mempunyai peranan penting dalam industri 4.0.  Kita perlu memberikan pembekalan pendidikan formal, non-formal dan informal yang relevan. Contohnya, Ahli Artificial Intelligence, Data scientist atau Start Up Valuator, kita sangat kurang. Mereka yang paling siap dan akan menghadapi tantangan lebih berat pada masa depan. Tugas kita mempersiapkan mereka sebaik-baiknya,” ungkap Azis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

generasi milenial
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top