Atasi Kendala, KBRI Beijing Dorong Kerja Sama via Forum Bisnis

Indonesia berupaya meningkatkan kerja sama di bidang investasi dan perdagangan dengan China dengan menggelar Indonesia-China Business Forum on Investment and Trade 2018.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 30 September 2018  |  17:52 WIB
Atasi Kendala, KBRI Beijing Dorong Kerja Sama via Forum Bisnis
Djauhari Oratmangun. - setkab

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia berupaya meningkatkan kerja sama di bidang investasi dan perdagangan dengan China dengan menggelar Indonesia-China Business Forum on Investment and Trade 2018.

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mengatakan bahwa Indonesia dan China selama ini memiliki potensi investasi dan perdagangan yang sangat besar.

Akan tetapi, potensi ini masih terkendala oleh berbagai hal, salah satunya adalah informasi yang kurang memadai mengenai peraturan terkait investasi dan perdagangan di masing-masing negara.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, lanjutnya, KBRI Beijing bekerja sama dengan para pemangku kepentingan menyelenggarakan Indonesia-China Business Forum on Investment and Trade 2018 pada 26 September 2018 dengan tema Doing Business with Wonderful Indonesia.

Adapun, para pemangku kepentingan tersebut di antaranya Kemenko Maritim, BKPM, Kementerian Pariwisata, Inacham, Vmate App (Alibaba), CFLD, Kapal Api, Indofood, Papatonk, Mayora, Iflytek, Gezhouba.

Dia menuturkan, forum tersebut bertujuan untuk membahas potensi investasi dan perdagangan, sekaligus mempertemukan mitra bisnis di bidang terkait agar terjadi kerja sama yang konkret.

“Forum Bisnis ini diharapkan dapat mempercepat dunia usaha dalam melakukan kerja sama konkret di antara kedua negara,” ujarnya dalam siaran pers, yang diterima, Minggu (30/9/2018).

Dia menyebutkan, Forum Bisnis tersebut dihadiri oleh sekitar 200 pebisnis baik dari Indonesia maupun dari China. Menurutnya, pebisnis dari kedua negara saling membahas mengenai investasi dan perdagangan di bidang infrastruktur dan pertambangan, ekonomi digital dan kreatif ekonomi, produk pertanian, serta makanan, dan minuman.

Dalam pidatonya saat membuka Forum Bisnis, Dubes Djauhari menegaskan forum tersebut sangat penting, karena bisa menjadi sarana untuk membahas berbagai peluang investasi dan perdagangan yang dapat mendorong terwujudnya kerja sama konkret antara dunia usaha kedua negara.  

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin sebagai keynote speaker menjelaskan mengenai wilayah investasi di Indonesia dan pembangunan 10 Bali baru oleh Pemerintah.

Kebijakan tersebut diyakini bisa memberikan kesempatan kepada investor untuk juga berkontribusi dalam pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Andi Maulana menyampaikan bahwa pemerintah juga memperbaiki sistem birokrasi perijinan untuk mempermudah investor sebagaimana yang dilakukan melalui pengembangan Online Single Submission (OSS).

Dalam sesi digital and creative economy, yang dipandu oleh Liky Sutikno, selaku Ketua Inacham (Indonesian Chamber of Commerce di Tiongkok), Forum membahas pengembangan potensi dan kesempatan berbisnis di berbagai bidang dengan melibatkan teknologi IT, seperti yang dilakukan oleh Glexindo untuk mendorong ekspor Indonesia di dunia internasional.

Glexindo merupakan marketplace yang mempertemukan B2B2C secara global. Begitu juga dengan perusahaan asal China yaitu Jumore yang platformnya dapat digunakan oleh pebisnis internasional, khususnya dari Indonesia untuk memasuki pasar China.

Dalam sesi industri makanan dan produk pertanian, turut hadir juga importir buah tropis di China dari Shanghai Sunshine Group sebagai pengimpor manggis, CAWA, importir sarang burung wallet, dan Atase Perdagangan KBRI Beijing.

Pada Forum tersebut juga telah dilaksanakan penandatanganan rencana kerja sama antara PT Tangshan Jin Hendong Bicycle Parts dengan PT Terang Dunia Internusa senilai US$15 juta untuk membangun pabrik furniture baja di Indonesia.

Selain itu, ditandatangani pula  rencana kerja sama antara Zhengde Waste Technology AG, CRCC Investment Group Limited, dan Indonesia–China Business Council (ICBC) dengan nilai potensi investasi untuk 5 tahun ke depan sebesar US$5 miliar untuk membangun pabrik energi sampah di Indonesia.

Pembicara dan peserta dari Indonesia juga mendapatkan kesempatan tawaran kerjasama dari para peserta pengusaha asal Tiongkok, seperti antara Glexindo dan Jumore, PT Consociate Jakarta Corporindo.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdagangan, china, kbri, beijing

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top