Bandara Komodo Jadi Transfer Ilmu untuk Pengelola Bandara Nasional

Kementerian Perhubungan berharap pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo bisa menjadi kesempatan transfer ilmu bagi pengelola bandara di Tanah Air.
Rio Sandy Pradana | 28 September 2018 19:10 WIB
Direktur Utama Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Armand Hermawan memberikan kata sambutana pada acara Market Sounding Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, di Jakarta, Selasa (25/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan berharap pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo bisa menjadi kesempatan transfer ilmu bagi pengelola bandara di Tanah Air.

Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub M. Pramintohadi Sukarno mengatakan bandara yang saat ini dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) akan menjadi proyek percontohan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), karena daya tarik yang dianggap mampu menyedot kunjungan wisatawan

"Kami juga berharap kerja sama ini dapat menjadi peluang yang baik untuk terciptanya transfer knowledge antara calon mitra dengan BUMN pengelola bandara, sehingga mampu yang lebih efisien dan profitable," kata Pramintohadi, Jumat (28/9/2018).

Dia menilai kerja sama ini dapat memberikan penawaran yang menarik tidak saja dilihat dari proyeksi profit yang diberikan, tetapi juga terhadap perlindungan investasi yang disediakan oleh pemerintah melalui Lembaga Penjaminan Infrastruktur.

Terkait hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melaksanakan market sounding terhadap persiapan pelaksanaan KPBU dengan mengundang berbagai kalangan. Baik itu di bidang perbankan, infrastruktur, operator bandar udara, konsultan, manufaktur dan stakeholder terkait.

Guna memberikan justifikasi yang tepat terhadap kelayakan proyek kerja sama ini, terutama ditinjau dari manfaat ekonomis kepada masyarakat dan nilai finansial bagi calon mitra, pihaknya menggandeng konsultan terpercaya Surveyor Indonesia untuk melaksanakan studi kelayakan.

Pramintohadi mengupayakan skema pendanaan kreatif dengan menggandeng badan usaha sebagai mitra kerja sama dengan prinsip adil, transparan serta mendorong adanya kompetisi dalam pemilihan calon mitra kerja sama tersebut. Skema KPBU menjadi pilihan utama dalam mengeksekusi program-program percepatan pengembangan dan pembangunan bandara.

Dia berharap upaya kerja sama ini dapat berhasil dan menjadi momentum dalam menarik minat calon investor lain, mengingat saat ini Kementerian sedang mengkaji potensi pelaksanaan skema KPBU pada beberapa bandara lain. Diharapkan calon mitra tersebut dapat menyampaikan Letter of Intent (LOI) serta dapat berpartisipasi pada proses pelelangan selanjutnya.

"Sebagai langkah awal, tentu saja kami melakukan pemilihan objek kerja sama dengan hati-hati. Terutama dalam menentukan bandara yang dinilai layak secara komersial, serta berpotensi menjadi sumber tarikan baru tidak saja terhadap pangsa pasar nasional namun juga internasional," ujarnya.

Tag : bandara
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top