DIVESTASI SAHAM FREEPORT, 5 Jam Menuju Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham (SPA)

PT Indonesia Asahan Aluminium dan Freeport-McMoran Inc bersama PT Rio Tinto Indonesia akan melakukan penandatanganan perjanjian jual beli saham PT Freeport Indonesia.
David Eka Issetiabudi | 27 September 2018 11:22 WIB
Jalan panjang divestasi saham 51% Freeport. - Bisnis/Husin Parapat

Binsis.com, JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium dan Freeport-McMoran Inc bersama PT Rio Tinto Indonesia akan melakukan penandatanganan perjanjian jual beli saham PT Freeport Indonesia.

Rencana tersebut dipastikan dengan undangan dari Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, sebagai tindak lanjut penyelesaian menyeluruh pelaksanaan divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI).

Rencananya, penandatanganan tersebut dilakukan di Kementerian ESDM, pukul 16.00 WIB, Kamis (27/9/2018).

Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Inalum Rendi Achmad Witular mengamini dalam penandatangan SPA sore nanti, akan pula disampaikan waktu transaksi pembayaran dan kepastian komposisi pendanaan.

"Iya nanti akan disampaikan," katanya dalam pesan singkat, Kamis (27/9/2018).

Tanda-tanda berakhirnya proses divestasi sudah terendus sejak Selasa lalu, ketika Executive Vice President PT Freeport Indonesia Tony Wenas merapat ke Kementerian ESDM. Sayangnya, Tony enggan berkomentar banyak mengenai proses divestasi sahan tersebut. Jawaban menggantung pun dilontarkan Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot. "Tunggu saja," katanya.

Sebelumnya, pada 12 Juli lalu, Pemerintah Indonesia resmi menandatanganai nota pendahuluan (head of agreement/HoA) perjanjian dengan Freeport-McMoRan.

Ada empat kesepakatan yang diteken. Pertama, perpanjangan operasi 2 x10 tahun hingga 2041. Kedua, pembangunan smelter. Ketiga, stabilitas finansial. Keempat, divestasi saham 51%. 

Pembelian hak partisipasi Rio Tinto dalam rangka memenuhi kewajiban divestasi 51% Freeport Indonesia akan mengurangi dampak langsung terhadap Freeport-McMoRan sebagai induk usaha Freeport Indonesia, yang saat ini menguasai 91,64% saham, secara signifikan. Pasalnya, dengan mengambil hak partisipasi Rio Tinto, maka Freeport-McMoRan hanya perlu melepas sahamnya sedikit lagi.

Tag : freeport indonesia
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top