IndoPipe 2018, Kesiapan Infrastruktur Jadi Penentu Daya Saing Gas

Keberlanjutan pengembangan industri gas nasional ditentukan oleh adanya infrastruktur pendukung yang selama ini dianggap sebagai penentu tingkat daya saingnya.
David Eka Issetiabudi | 25 September 2018 17:06 WIB
Pipa Gas-1. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA—Keberlanjutan pengembangan industri gas nasional ditentukan oleh adanya infrastruktur pendukung yang selama ini dianggap sebagai penentu tingkat daya saingnya.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan upaya pengembangan industri gas nasional, tanpa keberadaaan infrastruktur tidak akan berhasil.

"Mau impor gas, silahkan. Mau ekspor juga silahkan. Tapi kan harus dijawab dahulu persoalan infrastrukturnya," tuturnya dalam sambutan pembukaan IndoPipe 2018, Selasa (25/9/2018).

Menurutnya, sewajarnya infrastruktur harus terlebih dahulu diadakan, barulah bicara pengembangan industri gas. Maka dari itu, pihaknya mengajak pemangku kepentingan untuk melihat kembali rencana infrasturktur gas nasional.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan berbeda, dengan negara kontinental. Menurutnya, saat ini tantangan infrastruktur gas nasional berada pada proyeksi permintaan dan infrastrukturnya.

"Kebutuhannya berapa? enggak bisa ditebak. Siapa yang bisa jamin permintaan dalam 20 tahun ke depan,?" katanya.

Tantangan itu ditambah dengan model korporasi membuat kontrak yang terkadang  semakin memperkeruh ketidakjelasan kebutuhan. Arcandra mengatakan implementasi price review menjadi sebuah tantangan dalam pembuatan kontrak jual beli gas.

"Tantangan lainnya willingness to pay, misalnya bayar US$6 mmbtu, lalu nanti produsen naikkan harga karena pasar naik. Kenapa bisa, karena dikontrak memungkinkan price review. Saya enggak tahu itu bagus enggak. karena itu adalah sumber tantangan," tambahnya.

Tag : pipa gas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top