Dolar AS Tinggi, Djakarta Lloyd Tetap Lanjutkan Pengadaan Kapal

Tren pelemahan rupiah tidak menciutkan rencana perusahaan pelayaran pelat merah PT Djakarta Lloyd (Persero) menambah kapal curah. Tender satu lagi kapal berkelas supramax diperkirakan final Oktober guna mengerjakan kontrak pengangkutan batu bara.
Sri Mas Sari | 24 September 2018 18:59 WIB
Djakarta Lloyd - bumn.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Tren pelemahan rupiah tidak menciutkan rencana perusahaan pelayaran pelat merah PT Djakarta Lloyd (Persero) menambah kapal curah. Tender satu lagi kapal berkelas supramax diperkirakan final Oktober guna mengerjakan kontrak pengangkutan batu bara.  

Direktur Utama Djakarta Lloyd Suyoto mengatakan proses tender kapal curah di atas 50.000 DWT itu masih berlangsung di tengah tren harga kapal dunia yang menunjukkan kenaikan.

Menurut dia, sekalipun harga kapal dalam denominasi dolar Amerika Serikat lebih rendah, pelemahan rupiah membuat harganya menjadi lebih mahal. "Beda sekitar Rp8 miliar [dari perhitungan awal], tapi masih oke untuk FS [feasibility study] project yang ada," katanya, Senin (24/9/2018). 

Suyoto menuturkan tender diikuti oleh perusahaan-perusahaan Singapura yang selama ini mempunyai akses langsung ke penjual. Adapun kriteria yang dipatok Djakarta Lloyd dalam tender pembelian supramax kali ini adalah umur pada rentang 10-14 tahun dengan kondisi laik dan harga maksimal US$12,5 juta atau Rp185,8 miliar (kurs Rp14.866 per dolar AS) sesuai anggaran. 

Perseroan sebelumnya telah membeli satu unit kapal curah berkapasitas 56.000 DWT. Kapal itu sudah diterima Djakarta Lloyd pada pertengahan April di Batam. Tahun lalu, perusahaan yang berdiri sejak 1951 itu mengoperasikan dua kapal curah, yakni MV Aurora Christine dan MV Lumoso Karunia.

Selain kapal milik sendiri, Djakarta Lloyd juga menyewa dua kapal. Dengan demikian, BUMN itu saat ini mengoperasikan 5 unit kapal curah.  Djakarta Lloyd tahun ini menggarap kontrak pengangkutan batubara dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebanyak 3,7 juta ton atau tiga kali lipat dari kontrak 2017.

Selain kapal curah, Djakarta Lloyd berniat membeli empat unit kapal tug and barge (tongkang) dan dua unit harbour tug (kapal tunda). Tambahan armada jenis kapal tunda dan tongkang itu dibutuhkan karena perseroan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta. 

Djakarta Lloyd meraih kontrak pengangkutan batubara Grup Surya Mega Adiperkasa sebanyak 500.000 ton. Perseroan juga meneken nota kesepahaman dengan PT Dire Pratama, anak usaha PT Darma Henwa Tbk., untuk kerja sama penyediaan jasa penundaan kapal dan pemanduan kapal, bisnis pengerukan atau dredging, serta angkutan batu bara domestik dan internasional.

Tag : djakarta lloyd
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top