Propan Raya Incar Penjualan Naik 20% pada 2018

PT Propan Raya ICC memproyeksikan pertumbuhan penjualan masih berada di sekitar 20% hingga akhir tahun.
Annisa Sulistyo Rini | 23 September 2018 21:12 WIB
Petugas PPSU mengecat warna-warni tembok underpass Senen, Jakarta Pusat jelang Asian Games 2018. - JIBI/M Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA--PT Propan Raya ICC memproyeksikan pertumbuhan penjualan masih berada di sekitar 20% hingga akhir tahun.

Yuwono Imanto, Direktur Propan Raya, mengatakan permintaan pada semester I/2018 lalu masih lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, memasuki paruh kedua, permintaan mulai melambat.

"Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat kondisi pasar sedikit wait and see," ujarnya, Minggu (23/9/2018).

Kendati demikian, perseroan tidak mengubah target penjualan yang telah ditetapkan sejak awal. Yuwono menuturkan pihaknya bakal terus mengejar target sebesar 20% hingga Desember nanti.

Industri cat dalam negeri saat ini dinilai masih positif yang didorong oleh pembangunan infrastruktur pemerintah. Industri cat juga berperan penting dalam mendukung industri lainnya seperti industri furniture, industri mainan anak dari kayu dan industri kreatif lainnya.

Pada tahun lalu, Propan Raya melalui anak usahanya, PT Propan Dekorindo Jaya, membangun pabrik ketiganya dengan kapasitas terpasang 100.000 ton per tahun dan menelan investasi senilai Rp250 miliar. Dengan tambahan pabrik tersebut, Propan Raya mempunyai tiga pabrik dengan total kapasitas produksi 200.000 ton per tahun.

“Di Indonesia kebutuhan pembangunan infrastruktur dan industri kapal masih bertumbuh, ini yang mendorong industri cat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Propan telah menyelesaikan pembangunan pabrik cat baru berbasis air dan diresmikan pada tahun lalu. Pabrik baru ini beroperasi menggunakan teknologi terkini, yaitu raid production system (RPS) yang berasal dari Jerman.

Pabrik tersebut diklaim menjadi pabrik pertama di Asia Pasifik yang menggunakan teknologi ini. Saat ini, di dunia hanya ada 3 pabrik cat yang menggunakan teknologi RPS, yaitu 2 pabrik di Jerman dan 1 pabrik di Indonesia, yaitu Propan.

Pendiri yang juga Presiden Direktur Propan Raya Hendra Adidarma mengakui bahwa cat berpelarut air lebih ramah lingkungan dibanding dengan cat berpelarut tiner atau solvent based.

"Selain tidak ramah lingkungan, cat solvent based juga memiliki kandungan volatile organic compounds (VOC) yang berbahaya baik untuk tubuh maupun lingkungan. Dengan beralih ke cat water based, emisi solvent dapat ditekan,” jelasnya.

Adapun, Propan Raya merupakan market leader di bidang cat kayu (wood finish), bahkan menjadi pemasok cat kayu untuk perusahaan nasional yang berorientasi ekspor. Propan juga mulai mengembangkan produk berupa cat dinding, cat besi, cat batu alam, cat mobil, hingga cat kapal.

Tag : propan
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top