Perumnas Andalkan Proyak TOD

Perum perumnas maaih mengandalkan proyek-proyek terintegrasi stasiun kereta api atau yang disebut dengan Transit Oriented Developmemt (TOD).
Anitana Widya Puspa | 22 September 2018 15:09 WIB
/Bisnis.com

Bisnis.com ,JAKARTA-- Perum perumnas maaih mengandalkan proyek-proyek terintegrasi stasiun kereta api atau yang disebut dengan Transit Oriented Developmemt (TOD).

Anna Kunti, Direktur Pemasaran Perum Perumnas mengatakan proyek terintegrasi transportasi dengan branding Mahata  merupakan solusi bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya dalam memiliki kualitas waktu lebih banyak dengan keluarga, tetapi juga terhindar dari kemacetan. Hunian terintegrasi transportasi ini diluncurkan dengan harga yang mendapat fasilitas subsidi.

Pasalnya jarak yang ditempuh hanya 30 menit perjalanan dari pusat kota yaitu Jl. M.H Thamrin dan Jl. Sudirman.

 “Kalau sebelumnya Mahata Tanjung Barat dan Margonda sudah kami perkenalkan ke masyarakat, maka saat ini kami memperkenalkan proyek serupa di lokasi lainnya yaitu Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan,"katanya Jumat (21/9/2018).

Selain proyek Mahata Tanjung Barat, Perumnas juga pararel mengurus proyek Mahata Margonda di Stasiun Pondok Cina. Sehingga, beriringan dengan proyek Mahata Tanjung Barat. 

Terkait penjualan unit di Mahata Margonda,  kata Ana sebanyak 100 % unit Rusunami sudah terjual. Sedangkan, unit Anami masih dalam proses penjualan. 
Proses perijinan untuk Mahata Margonda dan Mahata Serpong sudah terbit Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan selanjutnya Kami akan berkonsentrasi ke proses konstruksi. 

Dia melanjutkan untuk progres perizinan Mahata Tanjung Barat, tidak ada kendala yang signifikan. Hingga saat ini memang dalam progress perizinan dan hampir rampung. Kami juga mendapat sinyal positif dari Pemda DKI.

Hunian yang bekerjasama dengan PT. Kereta Api (Persero) ini memiliki konsep terintegrasi transportasi kereta api di 3 stasiun dan menjadi salah satu hunian paling terjangkau yang dibangun oleh Perumnas untuk diserap masyararakat apabila dibandingkan hunian disekitarnya.

Fasilitas yang ditawarkan pada hunian terintegrasi transportasi ini juga akan mengakomodir kegiatan para penghuninya dan memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan hunian vertikal lainnya, yaitu dengan adanya communal room dan area komersial.

Adapun berapa proyek Perumnas lainnya yang akan meramaikan IPEX 2018 diantaranya adalah hunian vertikal seperti Sentraland Cengkareng, Grand Sentraland Karawang, Akasa Kemayoran dan Sentra Timur Residence. Sedangkan, untuk hunian rumah tapak seperti Perumnas Dramaga, Perumnas Parung Panjang, dan Sentraland Boulevard.

Perumnas menawarkan hunian rumah modern mulai dari harga Rp190 juta. Baik itu hunian vertikal terintegrasi transportasi, hunian yang nyaman akan lingkungan ataupun rumah landed menggunakan sistem precast (beton pra-cetak).  

Khusus untuk unit Rusunami terdapat persyaratan yang diterapkan, yaitu diprioritaskan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Selain itu maksimum penghasilannya sebesar Rp 7 juta per bulan.

“Jadi gaji maksimum Rp 7 juta dan belum punya rumah. Lalu belum pernah berutang pada bank untuk membeli rumah, tidak mempunyai tanah warisan. Jadi benar-benar orang yang belum punya rumah. Sehingga, bisa diberi fasilitas FLPP,” kata Anna Kunti.

Tag : perum perumnas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top