Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pascagempa, Logistik di NTB Akan Direformasi

Kementerian Perhubungan akan melakukan reformasi logistik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna mendukung pembangunan kembali wilayah itu pascaterjadinya gempa di Lombok, NTB, beberapa waktu lalu.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 10 September 2018  |  10:29 WIB
Antrean panjang kendaraan terjebak kemacetan. - JIBI/Wahyu Darmawan
Antrean panjang kendaraan terjebak kemacetan. - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan melakukan reformasi logistik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna mendukung pembangunan kembali wilayah itu pascaterjadinya gempa di Lombok, NTB, beberapa waktu lalu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya saat ini akan melakukan inventarisasi terlebih dahulu terhadap berapa jumlah pelabuhan yang ada. Kemudian akan dikaji efektivitas dari pelabuhan-pelabuhan tersebut.

Hasilnya, menurut Budi, akan bisa ditentukan apakah harus menambah jumlah pelabuhan, atau hanya melakukan intensifikasi terhadap pelabuhan yang ada.

“Kita buat pelabuhannya menjadi produktif, dan kita mencari satu model bisnis, agar proses bongkar muat barang bagus," kata Menhub Budi dalam keterangan persnya dikutip, Senin (10/9/2018).

Dia mengatakan sebenarnya persoalan yang ada di NTB adalah bagaimana produktivitas pelabuhan itu bisa atau tidaknya mengantisipasi atau menampung bangkitan keluar masuk barang-barang.

Namun yang pasti, lanjutnya, pihaknya akan mencari model bisnis yang paling tepat dan paling cepat. "Supaya ekspor NTB cepat keluar. Kita cari model bisnis yang pas.” jelas Menhub.

Selain mendukung NTB bangkit, pihaknya pun akan menyediakan beasiswa dan vokasi kepada masyarakat NTB agar memiliki kompetensi yang lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Budi Karya Sumadi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top