Pengamat: Aneh, Garuda Indonesia Keluhkan Sewa Pesawat Mahal

Pengamat penerbangan menilai Garuda Indonesia yang mengeluhkan soal biaya sewa pesawat lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain merupakan tindakan yang aneh.
Rio Sandy Pradana | 27 Agustus 2018 20:45 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat penerbangan menilai Garuda Indonesia yang mengeluhkan soal biaya sewa pesawat lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain merupakan tindakan yang aneh.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan setiap maskapai melakukan negosiasi dengan pabrikan dan mencari sumber pendanaan masing-masing dalam menyewa pesawat. Hal tersebut berarti nilai sewa pesawat bergantung pada kemampuan masing-masing maskapai dalam melakukan negosiasi.
 
"Jika maskapai lain bisa lebih murah berarti tim pengadaan dan negosiasi Garuda yang nggak beres. Kalau mereka baru sadar, aneh," kata Alvin, Senin (27/8/2018)

Dia menilai justru maskapai pelat merah tersebut harus mencari tahu dari sisi internal penyebab nilai sewa pesawat mereka tidak bisa lebih murah.

Menurutnya, biaya sewa pesawat merupakan salah satu unsur yang menjadi tantangan maskapai dalam melakukan efisiensi. Terlebih, margin usaha pada bisnis penerbangan itu sangat kecil.

Alvin berpendapat kegagalan sebuah maskapai dalam mengelola nilai sewa pesawat bisa memberikan dampak terhadap kinerja keuangan.

"Biaya leasing yang mahal membuat ruang gerak maskapai menjadi sempit untuk bisa bersaing dengan maskapai lain," ujarnya.

Garuda Indonesia diketahui sedang melakukan renegosiasi kontrak sewa pesawat terhadap perusahaan pembiayaan (lessor) dan pabrikan. Nilai sewa pesawat diklaim lebih mahal dibandingkan maskapai lain di kawasan Asia Pasifik.

Tag : garuda indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top