Pemerintah Akan Gelontorkan Beras Agar Capai HET

Pemerintah melalui Bulog memutuskan untuk mengelontorkan beras dari cadangan beras pemerintah (CBP) ke pasar untuk menekan harga beras agar mencapai level mendekati harga eceran tertinggi (HET).
Yustinus Andri DP | 27 Agustus 2018 18:16 WIB
Pekerja membersihkan gudang beras Bulog Divre Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6/2016). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Bulog memutuskan untuk mengelontorkan beras dari cadangan beras pemerintah (CBP) ke pasar untuk menekan harga beras agar mencapai level mendekati harga eceran tertinggi (HET).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan, penetrasi pasar dengan mengguyur beras CBP Bulog telah dimulai pada Senin (27/8). Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi mengisi pasokan kebutuhan di pasar dan menekan harga beras di tingkat konsumen.

“[Beras] Akan terus digelontorkan ke masyarakat. Targetnya sampai berada di level HET. Karena harga saat ini relatif tinggi,” katanya, Senin (27/8/2018).

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 57 Tahun 2017, HET beras medium di Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi ditetapkan pada level Rp9.450/kg dan untuk premium Rp12.800.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga beras premium di kawasan yang sama pada Senin (27/8), telah mencapai Rp11.100.

Enggar mengatakan, beras yang digelontorkan tersebut berasal dari CBP Bulog yang  terdiri dari beras pengadaan dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, pengendalian harga beras tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga inflasi agar tetap di kisaran 3,5% pada tahun ini.

Terpisah, Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar mengatakan, berdasarkan data Bulog per 24 Agustus 2018, stok CBP mencapai 2,4 juta ton. Rinciannya, beras dari pengadaan luar negeri sebesar 1,1 juta ton dan pengadaan dalam negeri 1,3 juta ton.

Namun untuk cadangan beras dari pengadaan dalam negeri digudang Bulog, per 27 Agustus 2018 menyusut menjadi sekitar 800.000 ton. Pasalnya, Bulog telah menyalurkan sekitar 500.000 ton beras dari dalam negeri untuk bantuan bencana alam, rastra dan operasi pasar.

Sementara itu, terkait target serapan beras dalam negeri pada semester II/2018 yang mencapai 1 juta ton hingga Oktober, Bachtiar optimistis Bulog akan mencapai target. Pasalnya, dia melihat masih ada beberapa daerah yang akan terus panen hingga Oktober 2018 seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Tag : Harga Beras
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top