Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekonsiliasi Apersi Gagal, Himpera Dibentuk

Langkah rekonsiliasi yang dilakukan oleh Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) setelah sempat menghadapi dualisme kepemimpinan, ternyata tidak membuahkan hasil.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Agustus 2018  |  15:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Langkah rekonsiliasi yang dilakukan oleh Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) setelah sempat menghadapi dualisme kepemimpinan, ternyata tidak membuahkan hasil.

Asosiasi baru bernama Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himpera) pun akhirnya dideklarasikan.

Ketua Umum Himpera Endang Kawidjaja mengungkapkan memang sebelumnya ada kesepakatan penyatuan dua pengurus Apersi, bahkan susunan pengurus intinya sudah disepakati. Dia menjelaskan dari kesepakatan penyatuan itu, Ketumnya ada di pihak pak Junaidi, sedangkan jabatan sektetaris jenderal ada di pihaknya.

"Namun, setelah proses penyatuan yang dibantu dan disaksikan kementerian, takdir berbicara lain. Mei ini terjadi kesimpulan kedua apersi tidak bisa disatukan," katanya akhir pekan lalu.

Endang menjelaskan Himpera ini didirikan oleh 42 orang, yang terdiri para DPD pimpinan DPD atau DPP.

"DPD kami hanya 18 saat itu, kami tidak perlu mengembangkan DPD tapi begitu keputusan bentuk Himpera Mei yang lalu seteah rapat kami putuskan jumlah DPD sekarang jumlahnya 31 DPD,termasuk Papua," imbuhnya.

Himpera memutuskan deklarasi pada tanggal 25 Agustus yang sekaligus juga diperingati sebagai Hapernas.

Sementara itu Sekditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadan Rukmana mengharapkan Himpera sebagai asosiasi yang menjadi mitra pendukung program pemerintah.

"Kinerja 1 juta rumah hingga hari ini hampir 600.000, padahal target kita sejuta, mohon Hipmera ini jadi motor penggerak agar 1 juta ini tercapai, ini nantinya akan kita cek kontribusi Himpera dalam program sejuta rumah," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apersi
Editor : M. Rochmad Purboyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top