KEK Mandalika Diguyur Dana Pembangunan US$1 Miliar

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation menggandeng Vinci Construction Grands Projets untuk pembangunan dan pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika dengan nilai US$1 miliar.
Yanita Petriella | 08 Agustus 2018 20:39 WIB
Pekerja membersihkan pantai dekat area pembangunan Paramount Hotel & Residences di Kawasan Mandalika yang dikelola dan dikembangkan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Ahmad Subaidi
Bisnis.com, JAKARTA - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation menggandeng Vinci Construction Grands Projets untuk pembangunan dan pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika dengan nilai US$1 miliar.
Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer mengatakan kerjasama dengan 
Vinci Construction Grands Projets (VCGP) ini untuk membangun distrik entertainment & sport terpadu di the Mandalika, termasuk kompleks sirkuit jalan raya (street race circuit) Mandalika pada lahan seluas 131 hektare.
"Kerjasama ini merupakan induk dari Master Land Utilization and Development Agreement (LUDA). Nilai investasi dalam rupiah sekitar Rp14,5 triliun (1 US$ = Rp14.500) untuk pembangunan selama 15 tahun," ujarnya, Rabu (8/8/2018).
Menurutnya, investasi VCGP ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek pengembangan the Mandalika. 
 
Dia menuturkan pembangunan distrik entertainment & sport terpadu ini dimulai paling lambat akhir 2018 dan dapat beroperasi pada 2020.
"Yang akan dibangun pertama yakni Shaza Resort dan Hotel Mysk. Kedua hotel itu merupakan hotel syariah bintang lima dan empat yang dioperasikan oleh Shaza Hotels dengan menyediakan 400 kamar," ucap Abdulbar. 
Distrik entertainment & sport terpadu yang dibangun oleh VCGP, akan menjadi salah satu diferensiasi yang dikembangkan ITDC untuk kawasan pariwisata the Mandalika. 
Selain street race circuit Mandalika, lanjutnya, distrik entertainment & sport ini akan mencakup 10 hotel dengan kapasitas sekitar 2500 kamar, COEX (Convention – Exhibition) building, rumah sakit dan taman air berstandar internasional.
Untuk street race circuit Mandalika yang dibangun dengan standar FIM and FIA ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 2021 dan dicanangkan dapat menjadi tuan rumah kejuaraan balap dunia.
"Selain itu akan ada tujuh hotel di the Mandalika, dimana tiga hotel diantaranya sedang dalam proses pembangunan. Diharapkan pada 2018 ini semua hotel yang sudah berkomitmen dapat mulai proses pembangunan sehingga dapat mulai selesai pada tahun 2020," tuturnya. 
Untuk infrastruktur dan fasilitas dasar, ITDC telah menyelesaikan pembangunan dan penataan jalan dalam kawasan sepanjang 11 km dan Masjid Nurul Bilad yang berkapasitas 4000 orang. 
Selain itu juga terdapat taman Kuta Beach the Mandalika yang dilengkapi arena bermain anak-anak, tempat bilas, loker untuk menyimpan barang, dan toilet.
"Juga ada Balai Penyelamatan dan Pengamanan Wisata (Balawista) dengan fungsi sebagai pos penyelamatan, pos kesehatan, pusat informasi wisata, dan pengamanan pantai," katanya.
Ke depan, tambahnya,  kawasan the Mandalika juga akan dilengkapi kawasan UMKM dengan nama Bazaar Mandalika yang memiliki 330 Lot yang direncanakan selesai dibangun pada September mendatang.
"Kami memiliki komitmen untuk membangun the Mandalika sebagai kawasan pariwisata moslem friendly. Selain itu di kawasan ini ada Bazaar Mandalika khusus untuk UMKM," ujarnya.
Pihaknya optimistis pembangunan proyek the Mandalika akan membawa multiplier effect yang sangat besar dalam mendorong perekonomian sekaligus membantu pencapaian target kunjungan wisatawan yang ditetapkan Pemerintah.
"Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen kami dalam mendorong percepatan pembangunan KEK Pariwisata Mandalika guna mewujudkan kawasan destinasi pariwisata Bali baru berkelas dunia dengan kualitas atraksi, amenities, dan infrastruktur terbaik," tutur Abdulbar. 
Sementara itu, Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari menilai pembangunan kawasan 10 Bali Baru tyang merupakan destinasi wisata prioritas termasuk KEK Mandalika ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke depan. 
 
"Selama ini ya hanya wisata tertentu ramai dikunjungi seperti Bali. Tapi dengan pembangunan pariwisata di 10 Bali Baru ini tentu akan menarik wisman dengan catatan atraksi, amenities, dan infrastruktur ini harus baik," katanya. 
.
Tag : pariwisata
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top