Perluasan B20 Bakal Tambah Konsumsi Biodiesel Hingga 3 Juta KL

Perluasan mandatori campuran biodiesel 20% (B20) ke seluruh sektor non Public Service Obligation (PSO) diperkirakan akan menambah konsumsi biodiesel sekitar 3 juta kilo liter (KL) per tahun.
Denis Riantiza Meilanova | 31 Juli 2018 08:59 WIB
Ilustrasi bahan bakar Biodiesel B20 - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA -- Perluasan mandatori campuran biodiesel 20% (B20) ke seluruh sektor non Public Service Obligation (PSO) diperkirakan akan menambah konsumsi biodiesel sekitar 3 juta kilo liter (KL) per tahun.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misnah mengatakan volume Solar non subsidi (non PSO) kurang lebih 15 juta KL. Bila perluasan ke sektor non PSO terealisasi, maka 20% dari volume tersebut akan digantikan dengan biodiesel.

“Jadi sekitar 3 juta KL lah,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (30/7/2018).

Penerapan mandatori B20 di sektor PSO, rata-rata menyerap konsumsi biodiesel hingga 3 juta KL. Tahun lalu, realisasinya mencapai sekitar 2,68 juta KL.

Menurut data Kementerian ESDM, total penyaluran biodiesel domestik mencapai 1,159 juta kilo liter sepanjang Januari-Mei 2018. Realisasinya sebesar 94% ke sektor PSO dan pembangkit serta 6% ke sektor non PSO.

Untuk tahun ini, Feby mengaku pihaknya belum bisa memproyeksi penambahan volume biodiesel karena belum diputuskan kapan perluasan B20 diterapkan.

“Nanti tergantung kapan dimulainya,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
esdm, Biodiesel

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top