KEBIJAKAN LTV: Pengembang Sesuaikan Rencana Pemasaran

Prediksi Bank Indonesia terhadap kenaikan kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 13,5% akibat kebijakan pelonggaran rasio Loan To Value membuat pengembang memutar otak mencari strategi baru untuk mencapai hal tersebut.
Finna U. Ulfah | 31 Juli 2018 17:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Prediksi Bank Indonesia terhadap kenaikan kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 13,5% akibat kebijakan pelonggaran rasio Loan To Value membuat pengembang memutar otak mencari strategi baru untuk mencapai hal tersebut.

General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence Handoyo Lim mengatakan akan menyesuaikan rencana pemasaran produk dengan hasil dari pelonggaran rasio Loan To Value (LTV) yang akan diberlakukan per 1 Agustus 2018.

“Mungkin kami akan mengubah marketing program menyesuaikan dengan kebijakan LTV ini. Tentu tidak banyak perubahan, hanya beberapa atau sekian persen dari produk kami yang akan menggunakan program tersebut, tidak banyak,” ujar Handoyo usai konferensi pers peluncuran Ginza Jababeka di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Dia mengatakan penyesuaian rencana marketing dengan memberikan gimmick-gimmick tertentu juga disesuaikan dengan tipe produk yang akan ditawarkan. Handoyo mengatakan masih akan mengkaji ulang kebijakan LTV dan penyesuaian rencana pemasaran agar tidak secara gegabah mengambil keputusan.

“Poinnya kami tidak mau mengambil langkah sebelum ada keputusan pasti, karena dari bank juga belum ada keputusan pasti kan,” tuturnya.

Walaupun demikian, Handoyo mengaku masih optimistis terhadap pasar meski bunga akan melonjak naik.

Saat ini, persentase pengguna KPR di Jababeka mencapai 70% dari total konsumen untuk produk residensial yang tergolong mass market sedangkan residensial komersil sebanyak 40% konsumen menggunakan cicilan bertahap dari pengembang.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan akibat dari kebijakan tersebut banyak pengembang yang secara psikologis terpengaruh sehingga termotivasi untuk menciptakan kreasi skema pembiayaan yang menarik untuk konsumen.

“Dalam keterangan LTV, besaran uang muka untuk rumah pertama tidak diatur dan disesuaikan dengan manajemen resiko perbankan sehingga pengembang memiliki ruang untuk berkreasi menciptakan program dan skema kreatif untuk menarik perhatian konsumen yang juga disesuaikan dengan kemampuan para pengembang,” papar Eman, sapaan akrab Soelaeman, beberapa waktu lalu.

Tag : ltv
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top