Garap Japek Elevated, Waskita Minta Lajur Khusus

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mengusulkan penyediaan lajur khusus kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk memperlancar pekerjaan proyek Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Elevated.
Rivki Maulana | 27 Juli 2018 14:14 WIB
Foto aerial suasana lalu-lintas jalan tol Cikampek, di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mengusulkan penyediaan lajur khusus kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk memperlancar pekerjaan proyek Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Elevated.

Lajur khusus akan memudahkan mobilisasi material, peralatan, dan kendaraan di proyek jalan tol melayang tersebut.

Project Manager Jakarta - Cikampek II Elevated Fathkur Rozaq mengatakan pekerjaan proyek kini memasuki tahap pemasangan girder baja dengan menggunakan derek atau crane.

Dia menyebut pemasangan girder terbilang berisiko sehingga aspek keselamatan pekerja maupun kendaraan yang melintas harus diutamakan. Untuk itu, lajur khusus untuk mobilisasi material dan peralatan proyek perlu dipisahkan.

"Dari area kerja kami sekarang 8 meter, kami perlu tambahan 2 meter ke arah luar. Harapannya mobilitas angkutan material, alat alat proyek semua lewat jalur [khusus] itu," ujar Fathkur di lokasi proyek Jakarta - Cikampek II Elevated KM 21, Jumat (27/7/2018).

Untuk diketahui, Waskita Karya merupakan salah satu kontraktor proyek Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Elevated, yang panjang totalnya mencapai 38 kilometer (km). Perseroan mengerjakan konstruksi sepanjang 19 km dari Cikunir hingga Cikarang Utama.

Dia menuturkan saat ini pemasangan girder dilakukan saat window time, yakni pukul 21.00 WIB-05.00 WIB, dan dilaksanakan di delapan titik.

Saat ini, 500 girder telah terpasang dari total 2.400 girder yang harus dipasang. Pemasangan girder ditargetkan rampung seluruhnya pada Desember 2018.

Menurut Fatkhur, tanpa lajur khusus, pemasangan girder tidak maksimal karena banyak waktu yang tersita. Oleh karena itu, penyelesaian proyek berpotensi mundur dari jadwal bila hanya mengandalkan pekerjaan konstruksi saat window time.

"Saat window time, lalu lintas tetap jalan tapi merayap karena kecepatannya berkurang 10-20 kilometer per jam," terangnya.

Sebelumnya, Jasa Marga telah mengumumkan perihal penutupan tiga lajur Arah Cikampek (lajur 4, 3 dan 2) dan tiga lajur arah Jakarta (lajur 4, 3 dan 2) saat window time seiring pekerjaan pemasangan girder di Jalan Tol Cikampek II Elevated.

Penutupan ini diyakini bakal menimbulkan hambatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk tiga lajur arah di sekitar Bekasi Barat sampai Tambun dan arah sebaliknya. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif.

Jasa Marga menyarankan pengguna jalan untuk keluar menuju jalan arteri melalui Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan kemudian masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cibitung.

Tag : waskita karya, tol cikampek
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top