52 Nelayan NTB Dapat Rumah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan bantuan rumah khusus kepada 52 kepala keluarga nelayan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai investasi Rp135 juta per unit.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 25 Juli 2018 16:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan bantuan rumah khusus kepada 52 kepala keluarga nelayan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai investasi Rp135 juta per unit.

Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi NTB, H Bulera mengatakan, pihaknya terus mendorong para nelayan untuk bisa memiliki rumah yang layak huni. Salah satunya adalah dengan merelokasi mereka yang tidak punya rumah atau backlog ke rumah khusus untuk nelayan yang dibangun oleh Kementerian PUPR.

Bulera menyatakan, rumah khusus tersebut dibangun oleh SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB yang merupakan unit kerja dari Direlktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. Jumlah unit yang dibangun sebanyak 52 unit dengan total anggaran sekitar Rp135 juta per unit rumah termasuk PSU.

Adapun, bantuan rumah khusus tersebut bertipe 36 yang dibangun pada 2017 oleh Kementerian PUPR di Desa Tanjung Luar. Rumah khusus ini dilengkapi dengan ruang keluarga dan dua kamar tidur serta kamar mandi. Kehadiran rumah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur itu.

“Hingga saat ini jumlah rumah khusus untuk nelayan di NTB yang dibangun SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB mencapai angka 578 unit rumah,” ujar Bulera melalui siaran pers, Rabu (25/7/2018).

Kepala Desa Tanjung Luar Mukti Ali menyatakan para nelayan yang berada di daerahnya sangat terbantu dengan adanya pembangunan rumah khusus bagi nelayan tersebut. Apalagi 95% penduduk di wilayahnya banyak bekerja sebagai nelayan yang menyandarkan penghasilannya dari hasil laut yang kadang tidak menentu.

“Nelayan yang ada di sini sekitar 2.500 kepala keluarga dan 11 ribu jiwa. Banyak rumah nelayan di daerah kami yang kondisinya tidak layak huni yakni tercatat sekitar 860 unit. Adanya bantuan rumah khusus ini sangat bermanfaat bagi nelayan di daerah ini,” ujar Mukti.

Dia menambahkan, nelayan yang saat ini tinggal di rumah khusus nelayan tersebut berasal dari lima dusun yakni Kampung Koko, Toroh Selatan, Toroh Tengah, Kampung Tengah dan Kampung Baru. Lokasi pembangunan rumah khusus tersebut merupakan lahan milik masyarakat yang diserahkan kepada Pemda setempat.

Sedangkan yang berhak menempati rumah khusus nelayan adalah mereka yang tidak mempunyai rumah dan yang benar-benar kondisi rumahnya tidak layak huni. Sebelumnya bahkan dalam satu rumah nelayan yang ada bisa ditempati lebih dari dua atau tiga keluarga.

Sementara itu, salah seorang nelayan yang menempati rumah khusus nelayan di Desa Tanjung Luar, Roni mengungkapkan, sangat senang bisa memperoleh bantuan rumah khusus dari pemerintah. Menurut Roni kondisi rumah baru sangat baik ketimbang tempat tinggalnya dulu.

Sebagai informasi, Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Heri Susanto menyebut saat ini dengan backlog 325.000 unit, asosiasi telah berupaya membangun 10.000 rumah tahun ini. Angka ini meningkat 20% dari target pembangunan tahun lalu yang hanya 8000 unit.

“Target kami ini tentu tidak bisa lepas dari dukungan stakeholder terkait. Karena kami merasa, untuk daerah, program sejuta rumah ini bukan prioritas,” terang Heri kepada Bisnis beberapa waktu yang lalu.

Dia menilai, program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat belum menjadi fokus dari pemerintah daerah, salah satunya di NTB. Begitu pula di daerah lain, belum banyak kepala daerah yang mempedulikan urgensi pembangunan perumahan.

“Kami, REI NTB, masih terus melakukan komunikasi dengan semua kepala daerah. Kami berharap ini bisa menjadi tanggung jawab bersama terkait backlog rumah rakyat,” terang Heri.

Tag : rumah subsidi
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top