Biodiesel Diyakini akan Dongkrak Harga TBS Sawit

Pemanfaatan biodiesel secara masif diyakini dapat mendongkrak permintaan terhadap tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Dengan begitu, otomatis harga TBS dapat ikut terkerek naik.
Pandu Gumilar | 20 Juli 2018 21:04 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pemanfaatan biodiesel secara masif diyakini dapat mendongkrak permintaan terhadap tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Dengan begitu, otomatis harga TBS dapat ikut terkerek naik.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Dono Boestami mengatakan secara umum industri kelapa sawit sedang berada di bawah tekanan. Di satu sisi permintaan berkurang, tapi di sisi lain produksi melimpah yang mengakibatkan harga TBS anjlok.

Saat ini harga pembelian TBS di tingkat petani berkisar antara Rp 600 - Rp1.200 per kg. Padahal pemerintah sudah menetapkan harga pembelian TBS oleh pabrik kepada petani Rp1.200 per kg dalam Permentan no. 1 2018.

"Penurunan harga ini hampir mirip kondisinya seperti ketika BPDP-KS dibentuk pada 2014. Kita oversupply dan berdampak besar pada pendapatan petani sawit rakyat," katanya Jum'at, (20/7/2018).

Dono mengusulkan supaya pemanfaatan biodiesel ditingkatkan. Menurutnya, pemanfaatan pabrik pengolahan biodiesel baru sebatas 30% dari kapasitas yang terpasang. Artinya dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki dapat menyerap TBS milik petani secara masif dan ikut menggiring peningkatan harga.

Dono juga mengatakan dengan memaksimalkan pemanfaatan, pelaku industri tidak perlu menambah pengeluaran belanja modal. Cukup mengoptimalkan kapasitas yang sudah terpasang menjadi 100%.

Selain itu, pemanfaatan biodiesel juga akan mengefisiensikan pengeluaran negara karena terpakai untuk mengimpor bahan bakar.

"Kita perlu mengurangi impor dan yang paling memungkinkan itu pada sektor migas karena ini juga menyebabkan defisit neraca perdagangan. Biodiesel yang terpakai itu sekitar 6 juta ton pada 2015 dan kita menghemat Rp30 triliun. Bayangkan bila ini bisa ditingkatkan," katanya.

Menurutnya, mandatori penggunaan biodiesel 20% (B20) pada kendaraan roda empat perlu disegerakan karena sampai sekarang program belum sepenuhnya dijalankan. Dengan begitu produksi TBS dapat terserap dengan lancar.

"Tahun ini produksi TBS diperkirakan mencapai 39 juta ton dan sekarang industri sudah megap-megap. Sementara nanti 2020, diproyeksikan akan mencapai 50 juta ton TBS. Bayangkan hal tersebut," katanya.

 

Tag : biodiesel
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top