Pemanfaatan Alga Sebagai Sumber Biofuel Masih Hadapi Tantangan Besar

Di tengah berbagai isu negatif terkait pemanfaatan sawit khususnya sebagai bahan biofuel, ada solusi energi terbarukan lain yang telah lama digaungkan yakni pemanfaatan alga.
Juli Etha Ramaida Manalu | 18 Juli 2018 18:00 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah berbagai isu negatif terkait pemanfaatan sawit khususnya sebagai bahan biofuel, ada solusi energi terbarukan lain yang telah lama digaungkan yakni pemanfaatan alga.

Akademisi Bidang Kelautan Institut Pertanian Bogor Alan Koropitan menyebutkan luasnya wilayah perairan di Indonesia di tambah matahari yang bersinar sepanjang tahun membuat Indonesia memiliki potensi besar untuk melakukan pembudidayaan alga untuk diambil minyaknya.

Menurut Alan, saat ini ada dua jenis alga yang terdapat hampir di seluruh wilayah laut Indonesia yang memang berpotensi untuk menjadi sumber biofuel.

“Secara teori potensinya besar. Ada matahari sepanjang tahun, kita tidak ada musim dingin kan. Jadi, sepanjang tahun kita kaya dengan matahari dan laut kita yang luas, secara teritori, secara geografis mendukung,” katanya kepada Bisnis, Selasa (17/7/2018).

Namun, hingga saat ini, belum ada pihak yang benar-benar serius melakukan pembudidayaan alga secara besar.

Di samping budidaya, hal lain yang perlu menjadi perhatian dalam wacana pemanfaatan alga sebagai sumber biofuel adalah proses ekstraksi minyak yang tidak gampang.

Hal yang menjadi tantangan menurut Alan adalah ukuran alga yang sangat kecil sehingga untuk memisahkan minyak dari cangkangnya membutuhkan usaha yang tidak gampang.

Belum lagi, dengan ukurannya yang sangat kecil, saat ini belum ditemukan teknik untuk bisa melakukan pengekstakan secara masif.

“Kalau memperbanyak alga kita sangat potensial, tidak ada masalah tapi challenge memisahkan alga yang ada cangkangnya itu, di mana di balik itu ada minyaknya karena ini kan sangat kecil, mikro. Jadi, kalau mengekstrak secara kasar ya hilang, minyaknya kan kebawa dengan ampas. Gimana minyaknya bisa diambil, diekstrak dan efektif, tekniknya masih challenge,” paparnya.

Menurutnya, kalaupun saat ini sudah ada teknik pengekstrakan minyak dari alga, hal tersebut masih dalam skala laboratorium dan belum bisa diimplementasikan untuk skala besar.

Dalam diskusinya dengan seorang dosen asal Indonesia yang ada di California Polytechnic State University, Alan mengaku mendapat informasi bahwa pengesktrakan minyak dari alga membutuhkan kerja sama dengan pihak dari bidang elektro untuk bisa memberi efek kejut dengan tujuan akhir melakukan pemisahan minyak dari alga.

Namun, detail terkait teknik ini pun masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Untuk itu, menurutnya, guna merealisasikan pembiakan maupun ekstraksi sebagai sumber biofuel diperlukan kerja sama dengan industri baik untuk melakukan riset juga implementasinya kelak.

“Langkah menuju ke sana, kita perlu kolaborasi dengan industri. Ada nggak yang mau investasi. Kita perlu investasi kalau memang Indonesia mau jadi pemain besar di dunia dalam bidang biofuel dari alga,” ujarnya.

Tag : biofuel
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top