Rerata Harga Bijih Mineral Terus Menguat

Rerata harga bijih mineral hingga awal Juli 2018 menunjukkan tren penguatan kendati pergerakan harga mineral acuan yang ditetapkan setiap bulan terus berfluktuasi.
Lucky Leonard | 08 Juli 2018 21:31 WIB
Lokasi penambangan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA – Rerata harga bijih mineral hingga awal Juli 2018 menunjukkan tren penguatan kendati pergerakan harga mineral acuan yang ditetapkan setiap bulan terus berfluktuasi.

Hinggal Juli 2018, beberapa komoditas mineral seperti nikel, tembaga, aluminium, timbal, kobalt, dan mangan secara kompak membukukan kenaikan harga mineral acuan (HMA) dibandingkan dengan posisi pada Januari 2018. Harga timbal dan seng sedikit terkoreksi.

Nikel mencetak kenaikan HMA dari US$11.304,55 per ton pada Januari 2018 menjadi US$15.067,86 per ton pada Juli 2018. Kenaikan sebesar 33,29% tersebut menjadi yang tertinggi di antara jenis bijih mineral lainnya.

Kenaikan cukup signifikan juga dicetak kobalt dan mangan. Kedua komoditas tersebut membukukan kenaikan masing-masing 26,38% dan 27,91%.

Untuk tembaga dan aluminium, kenaikannya tidak terlalu signifikan. Masing-masing komoditas tersebut mencetak kenaikan 3,79% dan 11,19%.

Meskipun harga timbal dan seng mengalami penurunan, besarannya tidak terlalu menggerus harga pada awal tahun. Timbal tercatat turun 1,49%, sedangkan seng turun 1,85%.

"HMA yang telah ditetapkan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan harga patokan  mineral pada bulan ini," tutur Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, akhir pekan lalu.

Tag : pertambangan
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top