Sinergi Antarlembaga Intelijen Keuangan Diperkuat

Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae membuka program pertukaran analis (Analyst Exchange Program/AEP) 2018 di PPATK, Jakarta.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 05 Juli 2018  |  22:57 WIB
Sinergi Antarlembaga Intelijen Keuangan Diperkuat
Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae - Antara/Yudhi Mahatma

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae membuka program pertukaran analis (Analyst Exchange Program/AEP) 2018 di PPATK, Jakarta.

AEP merupakan kegiatan berkala dan berkelanjutan yang melibatkan para analis dari lembaga intelijen keuangan di kawasan Asia Pasifik guna meningkatkan kompetensi dalam menganalisis perkara-perkara kompleks di bidang anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APUPPT).

Pelaksanaan AEP tahun ini, yang berlangsung pada 2 - 6 Juli 2018, berbeda dibandingkan dengan sebelumnya karena melibatkan tujuh orang analis dari empat negara sebagai peserta kegiatannya.

Mereka meliputi PPATK sebagai lembaga intelijen keuangan Indonesia, Australian Transaction Reports and Analysis Centre (Austrac) sebagai lembaga intelijen keuangan Australia, Bank Negara Malaysia (BNM) selaku lembaga yang menaungi unit intelijen keuangan di Malaysia, dan Anti-Money Laundering Council (AMLC) yang merupakan lembaga intelijen keuangan Filipina.

"Program ini sudah berjalan cukup lama dan sangat terasa manfaatnya. Biasanya dahulu hanya melibatkan Indonesia dan Australia, tetapi sejak tahun lalu juga sudah melibatkan partisipasi dari Malaysia," kata Dian dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis (5/7/2018).

AEP, menurut dia, harus menjadi contoh bagi dunia internasional, bahwa sinergi lembaga intelijen keuangan di kawasan sangat efektif dalam mengurai perkara pencucian uang ataupun pendanaan terorisme yang kompleks dan bersifat lintas negara.

AEP 2018 fokus pada kegiatan analisis bersama terhadap jejaring terorisme lintas negara, terutama terkait dengan lalu lintas pendanaannya. Hasil dari analisis bersama ini akan menjadi produk yang dapat segera ditindaklanjuti oleh lembaga penegak hukum di masing-masing yurisdiksi.

 

Peningkatan kualitas pertukaran informasi dengan seluruh peserta program ini adalah sebuah keharusan. "Muaranya diharapkan terjadi kerja sama yang semakin terjalin erat diantara kita semua." lanjut eks-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London ini.

Program Pertukaran Analis 2018 Digelar, Pacu Efektivitas Sinergi

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ppatk

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top