Diganti, Rumah Dinas TNI AU yang Terelokasi Proyek Kereta Cepat

Peresmian serah terima kunci rumah dinas pengganti milik TNI AU yang terelokasi oleh proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung telah dilakukan.
Anitana Widya Puspa | 03 Juli 2018 19:52 WIB
Foto udara proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di perkebunan teh Maswati, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA-- Peresmian serah terima kunci rumah dinas pengganti milik TNI AU yang terelokasi oleh proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung telah dilakukan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berharap rumah dinas pengganti ini juga menunjukkan komitmen KCIC dalam menjalankan proyek strategis nasional dengan baik.

Rini menjelaskan terdapat 408 unit rumah dengan ragam tipe bangunan yang diserahterimakan pada kesempatan tersebut. Tipe 120 sebanyak 50 unit, tipe 72 sebanyak 150 unit dan tipe 60 sebanyak 208 unit. Tak hanya itu, pihak KCIC pun melengkapi area rumah dinas dengan empat unit mess yang memiliki total kamar sebanyak 124 unit.

Area kompleks rumah dinas juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti gardu listrik, instalasi air bersih, balai pertemuan warga, masjid, taman, serta lapangan olahraga seperti volley, badminton, basket dan futsal. Bahkan KCIC pun membangun tribun dan renovasi stadion di Kompleks AU Halim. Adapun sarana dan prasarana penunjang lainnya seperti jalan dan saluran, tempat parkir, rambu jalan, penerangan jalan, tempat pembuangan sampah serta pagar pembatas.

Dalam kesempatan tersebut, Rini juga mengungkapkan kerja sama seluruh pihak kepada seluruh pihak yang telah mendukung berjalannya proyek infrastruktur modern yang dibangun tanpa menggunakan dana APBN.

"Sepanjang yang saya ketahui, proses administrasi ini telah melalui pembahasan yang panjang dan tidak mudah, namun berkat kerja sama. Alhamdulillah proses-proses administrasi dapat terselesaikan dengan baik. Salah satu hasilnya hari ini,"kata Rini Selasa (3/7/2018).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengapresiasi upaya penggantian rumah dinas yang dilakukan oleh pihak KCIC. Sebab, selain kondisi bangunan rumah yang lebih baik dan berdekatan dengan lokasi yang terdampak proyek, jumlah rumah dinas yang dibuatkan pun unitnya terbilang jauh melebihi jumlah yang terdampak.

"Banyak keuntungan. Rumah dinas yang terdampak hanya 186 unit tapi perumahan yang dibangun oleh Kementerian BUMN sebanyak 408 unit dengan berbagai tipe. Jauh lebih bagus dari tempat tinggal sebelumnya. Bahkan, karena dekat sehingga tidak perlu merubah KTP," ujar dia.

Adapun nantinya dengan beroperasionalnya proyek startegis nasional Kereta cepat Jakarta-Bandung ini dapat memunculkan titik-titik sentra ekonomi baru khususnya di Jawa Barat. Selain berdampak pada perekonomian masyarakat, proyek ini juga akan mengangkat sektor pariwisata.

Dalam perjanjiannya dengan pihak China, terdapat jaminan alih pengetahuan yang diberikan kepada pekerja Indonesia. Sehingga ke depannya, Indonesia bisa membangun sendiri kereta cepat di daerah-daerah lain. Proyek ini juga mayoritas akan dikerjakan oleh pekerja dalam negeri. Khusus untuk pembangunan konstruksi saja, tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 39.000 pekerja.

Pengerjaan konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan bisa mencapai 25% pada akhir 2018. Sejauh ini, progres pembebasan lahan sudah mencapai sekitar 70%.

Di Halim sendiri saat ini tengah berlangsung pengerjaan Proyek Inlet Tunnel Kereta Cepat, tepatnya di KM 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Inlet Tunnel 1 sepanjang 1.830 meter ini merupakan salah satu titik kritis dari total 16.375 m Tunnel yang akan dikerjakan selama 26 bulan. Pada titik ini, telah diselesaikan pemadatan 2.700 m2 konstruksi jalan beton, jalan akses serta pembangunan bengkel pengelasan besi pancang.

“Program idEA ke depan, selain melanjutkan program-program terdahulu untuk menjadi partner utama pemerintah untuk merumuskan regulasi yang tepat guna untuk perkembangan ekonomi di mana digital ekonomi digital bisa ambil peran lebih,” ujar Untung Selasa (3/7/2018).

Dia juga mendorong untuk menggenjot lebih agresif lagi benefit-benefit member termasuk melakukan penelitian-penelitian di bidang ekonomi, pengembangan sumber daya, kolaborasi antar pelaku e-commerce dan dengan pelaku bisnis offline, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing e-commerce dan juga membantu mengakselerasi adopsi pemanfaatan digital ekonomi oleh masyarakat lebih luas lagi.

Tag : Kereta Cepat
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top