Perdagangan RI - Afrika Berpotensi Ditingkatkan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara di negara-negara Afrika berpotensi terus ditingkatkan.
Rayful Mudassir | 01 Juli 2018 23:22 WIB
Aktivitas perkantoran penggerak ekonomi di Afrika Selatan. Negara-negara Afrika menjadi sasaran pengembangan pasar ekspor Indonesia yang cukup prospektif. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara di negara-negara Afrika berpotensi terus ditingkatkan.

“Berkaca pada hasil Konferensi Tingkat Tinggi Indonesia Afrika di Bali pada April 2018, kami yakin Indonesia dan Afrika dapat saling mendukung dengan saling menawarkan komoditas unggulan," kata Mendag Enggar dalam keterangan resminya, Minggu (1/7/2018).

Dia mengatakan masa depan ekonomi Indonesia dan Afrika dengan kelas menengah yang terus tumbuh, konektivitas yang makin baik, sumber daya manusia yang lebih baik lagi, dan kegiatan ekonomi yang saling melengkapi membuat perdagangan kedua negara semakin baik.

Menurut Enggar, perekonomian Indonesia hingga kini cukup menjanjikan. Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,2% dalam dua dekade terakhir dan menjaga kestabilan ekonominya. Saat ini Indonesia adalah negara ekonomi terbesar ke-16 dunia berdasarkan produk domestik bruto, dan peringkat kedelapan berdasarkan purchasing power parity.

Indonesia lanjutnya juga semakin ramah investasi, dibuktikan dengan peringkat kemudahan melakukan bisnis yang naik dari peringkat 91 pada 2017 menjadi peringkat 72 di tahun 2018.

“Di bidang perdagangan, Indonesia telah memiliki ekosistem yang memperlancar arus barang dan jasa, sehingga lebih menguntungkan baik bagi pelaku usaha maupun konsumen. Sambil melakukan pembenahan dari dalam, Indonesia semakin proaktif merundingkan perjanjian perdagangan preferensial dengan negara mitra dan kelompok negara mitra,” ujar Mendag.

Pemerintah turut mengajak Maroko segera memulai perundingan untuk Indonesia-Maroko Preferential Trade Agreement (PTA).

Jika kedua negara sepakat untuk segera menyelesaikan perundingan PTA, maka Maroko dapat menjadi gerbang masuk produk Indonesia ke pasar Afrika dengan pasar sebesar 500 juta orang.

Maroko dinilai dapat melihat Indonesia sebagai gerbang masuk pasar Asean sebesar 600 juta penduduk serta pasar anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sebesar 3,4 miliar penduduk.

Sementara itu terkait minyak kelapa sawit, Mendag menyampaikan pentingnya komoditas ini bagi Indonesia dan Afrika. Sektor ini berkontribusi menyediakan lapangan pekerjaan bagi 16,5 juta warga Indonesia. Sementara di Afrika, 12,5 miliar orang menggantungkan hidup pada sektor ini.

“Kami harap Indonesia dan negara produsen minyak kelapa sawit di Afrika dapat bekerja sama melawan kampanye negatif terhadap minyak kelapa sawit yang dilakukan negara-negara maju. Perdagangan haruslah dijalankan secara adil, terutama di sektor yang berkontribusi sangat signifikan terhadap perkembangan pedesaan dan pengentasan kemiskinan,” kata Enggar.

Tag : hubungan dagang, afrika
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top