Kapal Kemenhub Temukan Bangkai KM Berkat Anugerah 9

Tiga kapal kenavigasian berhasil menemukan bangkai KM Berkat Anugerah 9 yang tenggelam di perairan Dabo Singkep, Kepulauan Riau, 3 hari lalu.
Rivki Maulana | 27 Juni 2018 23:47 WIB
Ilustrasi pencarian kapal tenggelam. - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA -- Tiga kapal kenavigasian berhasil menemukan bangkai KM Berkat Anugerah 9 yang tenggelam di perairan Dabo Singkep, Kepulauan Riau, 3 hari lalu.

Direktur Kesatuan Penjagaan Kapal dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan, Junaidi mengatakan bangkai KM Berkat Anugerah 9 ditemukan kemudian disingkirkan KN Rantos P.210, KN Sarotama P.112, dan KN. Adhara pada posisi GPS. 00°-03'-818" S/104°-27'-141" E,".

Junaidi menjelaskan Proses pengangatan bangkai kapal dilakukan kemarin mulai pukul 07.00 WIB. Adapun kapal kayu yang mengangkut kelapa menuju Batam itu karam pada Minggu (24/6/2018).

Menurut Junaidi, proses pencarian dan pengangkatan bangkai kapal dalam kondisi cuaca yang tidak kondusif . "Tim segera melakukan pembongkaran terhadap konstruksi bangkai kapal namun karena cuaca mulai gelap dan keterbatasan penglihatan, kegiatan pembokaran tersebut dihentikan untuk sementara," jelas Junaidi dalam siaran pers, Rabu (27/6/2018).

Hari ini,, tim melanjutkan pembongkaran konstruksi dan memindahkan bangkai kapal KM. Berkat Anugerah 9 ke daratan terdekat. Junaidi menekankan, seluruh nakhoda kapal harus mengutamakan keselamatan pelayaran dan memantau informasi tentang cuaca sebelum berangkat berlayar,.

KM. Anugerah Berkat 9 dengan berat GT 20 tenggelam di perairan Tanjung Datok dekat Pulon Desa Mentuda. Dari 13 penumpang yang ada di kapal, satu orang meninggal dunia karena sakit jantung sedangkan sisanya dinyatakan selamat.

Total penumpang pada kapal tersebut sebanyak 13 orang termasuk ABK. satu orang penumpang ditemukan meninggal karena sakit jantung dan yang lainnya selamat.

Terkait tenggelamnya kapal KM Berkat Anugrah 9, Distrik Navigasi Kijang menerbitkan maklumat pelayaran bagi kapal yang berlayar di perairan tersebut untuk berhati-hati. 

Junaidi mengatakan Kemenhub terus mengingatkan agar nakhoda atau operator memastikan kelaikan kapal dan memperhatikan faktor cuaca sebelum berangkat berlayar. Ditjen Perhubungan Laut secara rutin mengeluarkan maklumat pelayaran mengenai cuaca dan maklumat tersebut dapat menjadi pedoman nakhoda sebelum berangkat berlayar disamping informasi cuaca dari BMKG.

Tag : kapal tenggelam
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top