Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Balon Liar Masih Beterbangan di Pekalongan

Pelepasan balon udara tanpa awak masih belum sepenuhnya terkendali di Pekalongan, Jawa Tengah di tengah digelarnya festival balon udara di kota tersebut.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 22 Juni 2018  |  10:19 WIB
Sejumlah balon udara tanpa awak dilepaskan di Lapangan Kuripan Lor, Pekalongan dalam Java Balloon Festival, Jumat (22/6). Festival ini rencananya akan digelar rutin setiap tahun dan menjadi kalender wisata tahunan di Pekalongan. - Bisnis/Rivki Maulana
Sejumlah balon udara tanpa awak dilepaskan di Lapangan Kuripan Lor, Pekalongan dalam Java Balloon Festival, Jumat (22/6). Festival ini rencananya akan digelar rutin setiap tahun dan menjadi kalender wisata tahunan di Pekalongan. - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, PEKALONGAN -- Pelepasan balon udara tanpa awak masih belum sepenuhnya terkendali di Pekalongan, Jawa Tengah di tengah digelarnya festival balon udara di kota tersebut.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com di Lapangan Kutipan Lor, Jumat (22/6/2018), sekitar 60 balon udara liar terlihat mengangkasa di langit Pekalongan.

Sebagian balon udara membubung dengan untaian petasan. Bunyi letusan petasan terdengar sekitar 100 meter dari lokasi balon dilepaskan.

Balon udara sebetulnya berbahaya bagi penerbangan karena bisa bertabrakan dengan pesawat udara dan menganggu fungsi aerodinamika dan kemudi. Selain itu, tabrakan dengan balon udara juga bisa mengakibatkan kerusakan serius pada mesin pesawat.

Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengakui festival balon udara belum sepenuhnya bisa mengendalikan pelepasan balon udara yang sudah menjadi tradisi selepas Hari Raya Idulfitri.

"Kami masih perlu sosialisasi ke desa-desa," ujarnya di sela-sela Java Balloon Festival 2018.

Untuk diketahui, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia menggelar festival balon udara di Pekalongan selama dua hari.

Direktur Utama AirNav Novie Riyanto mengatakan festival balon udara menjadi wahana bagi pelestarian tradisi dan menjaga keselamatan penerbangan. Dalam festival tersebut, balon udara dilepaskan dengan tali tambat sepanjang 150 meter sehingga tidak membahayakan penerbangan.

"Kendalanya memang di sosialisasi karena ini kan sudah tradisi," tuturnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balon udara AirNav
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top