PENANGANAN KARHUTLA: Menteri Siti Nurbaya Pantau Langsung ke Lapangan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar sudah langsung turun ke lapangan memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), meski masih dalam suasana libur Lebaran.
Linda Teti Silitonga | 17 Juni 2018 12:47 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. - .Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar sudah langsung turun ke lapangan memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), meski masih dalam suasana libur Lebaran.

"Selain mengawasi laporan Karhutla setiap hari, saya kemarin memantau penanganan Karhutla dengan melakukan flyover ke beberapa daerah," kata Menteri Siti seperti dikutip dari rilisnya yang diterima Bisnis.com, Minggu (17/6/2018).

Adapun pemantauan lewat udara yang dilakukan pada akhir pekan, atau hari kedua Lebaran meliputi beberapa titik rawan karhutla di wilayah Sumatra.

Menteri Siti mengapresiasi dedikasi anggota Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan jajaran terkait lainnya untuk bersama mengatasi Karhutla di musim kemarau seperti saat ini.

"Meski masih dalam suasana libur Lebaran, tim lapangan ini tetap bekerja keras menjaga Indonesia bebas bencana asap. Saya sangat berterimakasih pada mereka," katanya.

Dalam beberapa hari ini kata Menteri Siti, Daops Manggala Agni intens melakukan pemadaman Karhutla di Aceh Selatan, dibantu Manggala Agni Daops Sibolangit.

"Alhamdulillah titik api sudah mati. Karhutla di Ketapang, Kalbar, juga berhasil diatasi. Namun begitu Daops Manggala Agni tetap saya minta waspada," katanya.

Tim udara sudah standby di beberapa Provinsi rawan, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Per tanggal 16 Juni 2018, sudah ada 17 unit helikopter water boombing siaga di 4 Provinsi yang telah menetapkan status darurat. Heli yang sudah siaga merupakan unit dari KLHK, BNPB, TNI AU, dan pihak swasta lainnya.

Adapun water boombing yang telah dilakukan, telah dijatuhkan sebanyak 6.874.400 liter air. Diantaranya di Riau dan Sumatra Selatan.

Kegiatan hujan buatan atau TMC juga telah dilakukan sejak tanggal 16 Mei – 9 Juni 2018 dengan total garam yang dijatuhkan sebanyak 32 ton di Kab. Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, PALI dan OKI, Provinsi Sumatra Selatan.

Hingga 15 Juni 2018 tidak terdeteksi asap lintas batas. Sementara pada tanggal 16 Juni 2018 tidak terdeteksi adanya asap karhutla, sedangkan untuk kualitas udara dalam kategori baik hingga sedang.

"Meski begitu tidak boleh ada kata lengah untuk memastikan titik api tidak meluas," kata Menteri Siti.

Tag : Karhutla
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top