Sharp dan Nokia Komitmen Perluas Bisnis Di Indonesia

Perusahaan elektronik asal Jepang Sharp Corporation berkomitmen akan meningkatkan investasi di Indonesia.
Annisa Sulistyo Rini | 13 Juni 2018 15:29 WIB
Nokia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan elektronik asal Jepang Sharp Corporation berkomitmen akan meningkatkan investasi di Indonesia.

Komitmen tersebut merupakan hasil pertemuan antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan President dan CEO Sharp Corp. Tai Jeng Wu di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Airlangga menyatakan Kemenperin menyambut positif rencana penambahan investasi tersebut dan berharap dapat terealisasi cepat serta meningkatkan kemitraan dengan industri komponen lokal.

“Mereka melihat Indonesia merupakan pasar potensial yang besar dan bisa menjadi basis manufaktur untuk meningkatkan daya saing produknya guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (13/6/2018).

Pada hari yang sama, Airlangga juga bertemu dengan perwakilan dari perusahaan ponsel Nokia, yakni Chairman HMD Global Sam Chin dan Vice President HMD Global James Rutherfoord. Hasil pertemuan ini, antara lain pihak Nokia akan mengubah model bisnisnya dengan melibatkan mitra lokal termasuk di Indonesia dalam upaya pengembangan industri ponsel yang berskala global.

“Perkembangan bisnis ponsel saat ini memang cepat sekali trennya berubah, sehingga dengan strategi tersebut, Nokia menargetkan akan bisa menguasai sekitar 10% market share di Indonesia,” tutur Harjanto, Dirjen ILMATE Kemenperin.

Kemenperin akan selalu mendukung langkah yang dilakukan oleh Nokia tersebut sekaligus mengajak untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Selain Sharp dan Nokia, sebanyak 24 industri komponen telepon seluler (ponsel) dari China yang bermitra dengan Xiaomi, juga telah menjajaki lokasi industri di Batam untuk berinvestasi dan mendukung pengembangan industri ponsel di dalam negeri.

Berdasarkan data Kemenperin, saat ini sudah ada sebanyak 30 industri komponen ponsel dan komputer tablet di dalam negeri, yang antara lain memproduksi PCBA, adapter (travel charger), earphone, kabel USB, chasing baterai, cell baterai lithium, bahan baku baterai lithium, serta karton box, manual box, dan kartu garansi.

Sementara itu, terdapat tiga industri ponsel di dalam negeri yang telah mempunyai fasilitas surface mount technology (SMT), yakni PT Samsung Electronics Indonesia, PT Satnusa Persada, dan PT Oksha Teknologi Indonesia.

Adapun, investasi industri elektronik sepanjang tahun lalu mencapai Rp8,34 triliun yang terdiri dari penanaman modal asing senilai Rp7,65 triliun dan penanaman modal dalam negeri sekitar Rp690 miliar. Capaian investasi tahun lalu tersebut, meningkat dibanding 2016 yang senilai Rp5,97 triliun dan 2015 yang berada di angka Rp3,51 triliun.

Tag : nokia
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top