Libur Lebaran, Momentum Promosikan Destinasi Kurang Populer

Libur lebaran yang cukup panjang dinilai dapat menjadi momentum bagi wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi-destinasi pariwisata yang belum populer di Tanah Air.
Deandra Syarizka | 11 Juni 2018 18:25 WIB
Wisatawan berenang di kawasan Nusa Lembongan, Bali, Rabu (21/3/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA—Libur lebaran yang cukup panjang dinilai dapat menjadi momentum bagi wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi-destinasi pariwisata yang belum populer di Tanah Air.

Azril Azahari, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) menjelaskan, Indonesia memiliki banyak potensi wisata alam yang belum dieksplor dengan cukup baik. Dengan durasi cuti bersama yang cukup panjang, dia pun menilai momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengekspos tempat wisata yang kurang populer.

“Banyak sekali [potensi] yang belum tergali. Misalnya, di Kepulauan Kei Maluku Tenggara pada bulan Juni-Juli ini biasanya ada migrasi burung pelikan dari Australia  ke pulau tersebut, sangat menarik,” ujarnya, Senin (11/6/2018).

Dia menyatakan, pendekatan pengembangan pariwisata di Tanah Air seharusnya turut memberdayakan masyarakat dan budayanya. Dengan demikian, destinasi pariwisata di Indonesia memiliki hal yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain.

 Dia mencontohkan, destinasi wisata lainnya yang belum populer namun potensial untuk dikembangkan adalah Pulau Giliyang di Sumenep, Madura. Menurutnya, tak banyak yang mengetahui bahwa pulau tersebut merupakan pulau yang memiliki kadar oksigen terbaik di dunia  

Menurut Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jatim ketika melakukan pembuktian kandungan kadar oksigen di pulau ini memiliki kandungan oksigen 21,5 persen atau di atas rata-rata 20 persen, dengan mengambil beberapa sampel, seperti air laut, ikan, udara, dan memeriksa 20 warga yang berusia 80 tahun ke atas.

Azril menambahkan, warga desa di daerah tersebut juga memiliki kebiasaan unik yaitu tidur di dalam pasir pantai. Sebagai wisatawan, pihaknya turut merasakan menginap di rumah warga dan merasakan sensasi tidur berselimutkan pasir pantai yang hangat.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan,  libur lebaran menjadi momentum bagi Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan, dengan menguusng program Pesonamudik 2018.

 “Tahun ini sudah sistematik. Saat Ramadan ada Pesona Ramadan, Hot Deals dan lain sebagainya. Hal itu untuk menaikkan  tingkat keterisian yang turun saaat Ramadan.Untuk lebaran kita bikin pesonamudik, silakan masyarakat memilih” ujarnya.

Menpar memprediksi mudik lebaran tahun ini mencapai 20 juta orang, sehingga dapat menggeraklan kembali wisnus yang selama bulan Ramadan ini diperkirakan turun hingga 50%. Seperti diketahui, rata-rata pergerakan wisnus per bulan 20 juta di Ramadan turun menjadi 10 juta.

Untuk mempromosikan program tersebut, pihaknya menggunakan jasa community endorser, dan selebriti endorser. Tujuannya untuk mengangkat dan memberi rekomendasi (guiden) kepada para pemudik destinasi apa saja yang ada disekitar kampung halamannya.

Dengan program pesona mudik, Kemenpar akan mempublikasikan melalui situs dan media sosialnya mengenai beragam destinasi wisata kuliner saat lebaran, mulai dari Top 10 Pesona Kuliner Lebaran, Top 10 Pesona Destinasi Lebaran, dan Top 10 Pesona Event. Destinasi wisata pilihan etrsebut akan dikurasi berdasarkan rekomendasi Trip Advisor.

Tag : pariwisata
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top