Momentum Lebaran, Ritel Terdongkrak Hingga 8%

Daya beli masyarakat dapat terdongkrak momentum Lebaran 2018. Sektor ritel diharapkan bisa tumbuh sekitar 7%-8%.
Rinaldi Mohammad Azka | 11 Juni 2018 23:25 WIB
Ilustrasi tunjangan hari raya (THR), mendongkrak daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan sektor ritel. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Institute of Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan daya beli masyarakat dapat terdongkrak momentum Lebaran 2018. Sektor ritel diharapkan bisa tumbuh sekitar 7%-8%.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengungkapkan daya beli yang banyak terpengaruh adalah masyarakat menengah ke bawah.

"Sekarang memang problemnya itu kalau di kelas atas uangnya ada tetapi cenderung menahan belanja. Jadi, kelas atas tidak turun daya belinya," ungkap Bhima kepada Bisnis pada Senin (11/6/2018).

Menurutnya, momentum midnight sale yang dilakukan ritel membuat kelas atas turut mengeluarkan uangnya untuk berbelanja.

Hal ini ditambah lagi dengan adanya tunjangan hari raya (THR) dan dana pensiun yang diberikan pemerintah. PNS yang kebanyakan adalah kalangan menengah menjadi berani untuk melakukan pembelian pada momentum ini.

"Kelas menengah bawah turun daya belinya turun, tapi dengan adanya THR, pensiunan dan PNS harapannya belanja, sehingga daya beli kelas menengah naik," paparnya.

Dia memperkirakan dengan momentum ini, sektor ritel dapat tumbuh 7%-8% pada kuartal kali ini setelah kuartal sebelumnya hanya di 5%.

Bhima juga menjelaskan cuti Lebaran 2018 yang cukup lama dapat memberikan dampak positif pada peredaran uang, karena peredarannya menjadi lebih merata hingga ke pelosok desa.

Melalui cuti Lebaran yang lebih lama para pemudik yang mayoritas dari kawasan Jabodetabek akan menghabiskan waktu lebih lama di kampung halamannya. Dengan begitu, mereka akan menghabiskan uang lebih banyak di daerah.

Selain itu, karena berada di daerah lebih lama, dapat menjadi stimulus untuk mendongkrak daya beli di sektor ritel, barang konsumen, dan pariwisata.

Tag : lebaran
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top