Chrvron Tawarkan Kenaikan Produksi Dua Kali Lipat, ESDM Kaji Proposal

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih dalam tahap evaluasi pengajuan kontrak baru Blok Rokan oleh PT Chevron Asia Pacific. Perusahaan asal negeri Paman Sam itu menawarkan implementasi teknologi yang bisa meningkatkan produksi Rokan hingga 500.000 barel per hari.
Surya Rianto | 08 Juni 2018 15:09 WIB
Chevron - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih dalam tahap evaluasi pengajuan kontrak baru Blok Rokan oleh PT Chevron Asia Pacific. Perusahaan asal negeri Paman Sam itu menawarkan implementasi teknologi yang bisa meningkatkan produksi Rokan hingga 500.000 barel per hari.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan pihaknya akan menilai pengajuan dari operator eksis maupun Pertamina. Dari kedua peminat Blok Rokan itu akan dilihat skenario terbaik yang bisa mendorong produksi di Rokan yang kontraknya bakal terminasi pada 2021.

"Nanti, kami tunggu proposal resminya baru mulai evaluasi. Chevron sudah resmi menyatakan minat, tetapi baru pada tahap pembicaraan formal. Lalu, Pertamina masih dalam tahap buka data room," ujarnya pada Jumat (8/6).

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, dalam rencananya, Chevron berencana mengajukan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) secara full scale. Teknologi itu disebut bisa menaikkan produksi Rokan hingga 500.000 barel per hari.

"Sebelumnya, Chevron juga sudah menggunakan teknologi EOR di Minas dan DUri. Hasilnya, teknologi itu mampu menaikkan produksi hingga 2 kali lipat dan sejauh ini baru Chevron yang berpengalaman menggunakan teknologi tersebut," ujarnya.

Menurut data SKK Migas, produksi Blok Rokan per kuartal I/2018 sebesar 210.280 barel per hari.

Djoko pun menjelaskan, penawaran teknologi itu belum tentu membuat Chevron melenggang sendirian untuk mendapatkan kontrak baru di Rokan. Pemerintah masih akan evaluasi proposal pengajuan Chevron terlebih dulu, belum lagi Pertamina juga berminat mengelola Blok Rokan.

“Belum tentu (diberikan ke Chevron). Cuma aturan menterinya kan ke Chevron dulu, kita evaluasi. Kalau negosiasinya tidak deal, bakal ditawarkan ke Pertamina,” jelas Djoko.

Pemerintah pun memberikan beberapa kriteria untuk operator pengelola blok rokan pasca terminasi seperti, mampu meningkatkan produksi sampai memberikan bonus tanda tangan yang besar. Rencananya, term and condition kontrak baru Blok Rokan akan diumumkan pada Juli 2018.

Tag : chevron
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top