Kontrak Blok Terminasi 2019-2020 Tambah Investasi Migas US$500 Juta

Kontrak baru blok terminasi 2019 dan 2020 bakal menambah investasi hulu migas dalam komitmen pasti senilai US$500 juta.
Surya Rianto | 08 Juni 2018 14:50 WIB
/tambang.co

Bisnis.com, JAKARTA -- Kontrak baru blok terminasi 2019 dan 2020 bakal menambah investasi hulu migas dalam komitmen pasti senilai US$500 juta.

Nantinya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bakal memberikan insentif dengan penggelontoran komitmen pasti bisa dilakukan sebelum kontrak habis.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, dengan banyak kontrak baru gross split baik dengan lelang maupun kontrak baru blok terminasi, tingkat investasi migas bakal mulai terdongkrak. Lalu, tingkat cost recovery juga bakal turun ke depannya.

"Nilai komitmen pasti total US$500 juta itu nilai investasi kontrak baru yang besar dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya pada Jumat (8/6).

Adapun, kontrak baru blok terminasi pada 2019 yang sudah ditetapkan antara lain, Blok Jambi Merang kepada PT Pertamina (Persero), Blok Pendopo & Raja kepada Pertamina, Blok Bula kepada Kalrez Petroleum Ltd., dan Blok Seram nonBula kepada CITIC Seram Energi Ltd. Term and condition 4 Blok terminasi 2019 itu mencatat nilai komitmen pasti senilai US$308,99 juta.

Kemudian, nilai komitmen pasti sekitar US$200 juta sisanya akan didapatkan dari kontrak baru blok terminasi 2020.

Secara rinci, 5 dari 6 blok terminasi 2020 sudah ditetapkan term and conditionnya pada Jumat (8/6). Lima blok itu antara lain, Blok South Jambi B akan dikelola oleh Petrochina, Blok Brantas dikelola oleh Lapindo, Malacca Strait dikelola oleh EMP, Salawati dan Kepala Burung bakal dikelola oleh Petrogas.

Satu blok lagi yang bakal terminasi 2020 adalah Makassar Strait yang operator eksisnya adalah Chevron. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu meminta waktu untuk pengajuan kontrak baru di Blok tempat pengembangan Indonesia Deepwater Development (IDD).

Arcandra mengatakan, proses kontrak baru Makassar Strait akan digabung dengan IDD yang bakal beres pada Juni 2018.

"Jadi, kami akan proses pada akhir Juni nanti," ujarnya.

Selain itu, Kementerian ESDM pun ingin para operator yang sudah mendapatkan pengelolaan blok terminasi bisa menggelontorkan dana investasi lebih cepat atau tidak menunggu kontrak habis.

Arcandra mengatakan, pihaknya ingin mendorong investasi komitmen pasti blok terminasi bisa lebih awal. Jadi, mereka tidak perlu menunggu kontrak sampai habis.

"Kami pun lagi melihat payung hukumnya. Kalau digelontorkan dari awal kan bisa lebih cepat menjaga produksinya," ujarnya.

Bila pengelola blok pasca terminasi berbeda operator pun biaya operasionalnya bisa ditanggung dengan nilai komitmen pasti dari operator baru.

Tag : blok migas
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top