Serpong Dongkrak Pendapatan SMRA

PT Summarecon Agung Tbk dengan kode saham SMRA mengatakan Summarecon Serpong menyumbang 51% untuk pendapatan perseroan pada 2017 lalu.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 07 Juni 2018 20:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk dengan kode saham SMRA mengatakan Summarecon Serpong menyumbang 51% untuk pendapatan perseroan pada 2017 lalu.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Adhi mengatakan perusahaan mendapatkan marketing sales sekitar Rp3,6 triliun. Dia menyebut bahwa penjualan terbesar pada 2017 lalu didominasi oleh Summarecon Serpong sebesar 51% dari pendapatan. Sisanya, di Summarecon Bandung sebesar 17%, Summarecon Bekasi 13%, Summarecon Karawang 11%, dan Summarecon Kelapa Gading 8%.

“Serpong masih menyumbang kontribusi terbesar untuk perusahaan, lebih dari 51%,” terang Adrianto di Klub Kelapa Gading, usai RUPSLB, Kamis (7/6/2018).

Adrianto menyebut tahun Summarecon menargetkan marketing sales Rp4 triliun secara komposisi target dari Serpong, 34%, Bekasi 22%, Bandung 21%, Kawarang 7%, Kelapa Gading 22%, dan proyek baru di Makassar dengan target kontribusi 4%.

“Saat ini backlog kebutuhan rumah masih sekitar 11 juta dan kita masuk ke segmen market dengan harga dibawah Rp2 miliar dan Rp 1 miliar,” sambung Adrianto.

Corporate Secretary PT Summarecon Agung Tbk, Jimmy Kusnadi mengatakan tahun ini sejak akhir Mei 2018 saja pendapatan terbesar masih berasal dari Summarecon Serpong diprediksi lebih dari 50%. Sebagian besar penyumbang pada kuartal I 2018 ini di Serpong berasal dari Symphonia, klaster baru sejak November 2017.

“Ada strategi yang masih kita jalankan yaitu yang sudah kita pasarkan yang terjangkau untuk segmen menengah di bawah Rp2 miliar dan paling banyak kita jual. Skema pembayaran juga lebih mudah untuk kalangan segmen menengah,” terang Jimmy.

Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Lydia Tjio menambahkan, pada kuartal I ini memang pertumbuhan belum terlihat dan tidak terlalu signifikan mengalami peningkatan. Dia menyebut sampai Mei 2018, perusahaan baru mencapai 25% dari marketing sales senilai Rp4 triliun tersebut. Masih ada 75% lagi target marketing sales proyek yang harus dicapai. Namun dia menilai kondisi tersebut bukan selamanya bergulir seperti ini. Dia menyebut, perseroan menargetkan marketing sales bisa tercapai minimal 90% sampai akhir 2018.

“Kami targetkan pada akhir tahun  project di banyak lokasi secara pendapatan bisa tumbuh 90% mana yang bisa sudah kita akui sebagai pendapatan,” tuturnya.

Sebelumnya, Serpong memang diprediksi akan menjadi kawasan yang terus mengalami pertumbuhan. Menurut Vice President Coldwell Banker Commercial Advisory Group Dani Indra Bharata mengatakan para pengembang besar Bumi Serpong Damai (BSD), Alam Sutera, maupun Summarecon membangun banyak proyek apartemen salah satunya dengan segmen khusus mahasiswa.

Tag : summarecon property
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top