Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menkeu Harap Bantalan Fiskal Jadi Solusi Ketidakpastian Global

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurangi dampak ketidakpastian ekonomi global saat ini. Salah satunya, menekan defisit pada APBN demi menciptakan ruang untuk bantalan fiskal.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Juni 2018  |  13:53 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan mengenai perkembangan ekonomi terkini di sela-sela buka puasa bersama awak media di Jakarta, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan mengenai perkembangan ekonomi terkini di sela-sela buka puasa bersama awak media di Jakarta, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurangi dampak ketidakpastian ekonomi global saat ini. Salah satunya, menekan defisit pada APBN demi menciptakan ruang untuk bantalan fiskal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan saat ini negara-negara di seluruh dunia tengah menyiapkan berbagai mekanisme untuk memberikan fiscal buffer dalam APBN masing-masing.

"Saat ini, para pembuat kebijakan tengah berlomba menciptakan ruang dalam APBN mereka," ungkapnya, Rabu (6/6/2018).

Bantalan fiskal adalah ruang dalam APBN yang memungkinkan adanya perubahan dari aspek-aspek yang terkena dampak, seperti utang luar negeri. Kebijakan ini merupakan antisipasi jangka menengah dari ketidakpastian ekonomi global yang terjadi sekarang.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini melanjutkan dalam jangka pendek antisipasi dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) sehingga dia memaklumi keputusan menaikan suku bunga 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 4,75%.

Kemenkeu juga menyiapkan beberapa kebijakan guna menghadapi ketidakpastian global. Pertama, untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar saat ini, Kemenkeu akan menerapkan kebijakan fiskal selektif.

"Narasi besarnya, APBN kita mengakumulasi bantalan fiskal tapi tetap suportif dan selektif. Sinyalnya kepada Kementerian/Lembaga, tolong belanja secara lebih efisien dan selektif atau pakai alokasi anggaran lain," papar Sri Mulyani.

Selain itu, pemerintah terus mendukung sektor usaha dengan memberikan berbagai macam insentif mulai dari tax holiday hingga insentif tenaga kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebijakan fiskal
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top