Bahan Pokok Butuh Gudang Penyimpanan Pendingin

Pedagang tradisional butuh ruang penyimpanan pendingin untuk mengurangi bahan pokok yang terbuang sia-sia.
Jaffry Prabu Prakoso | 31 Mei 2018 00:52 WIB
Ilustrasi cold storage - pwcold.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pedagang tradisional butuh ruang penyimpanan pendingin untuk mengurangi bahan pokok yang terbuang sia-sia.

Ketua Umum Supply Chain Indonesia Setijadi menjelaskan sistem logistik yang belum baik terbukti dengan 40% bahan pokok yang mudah rusak (perishable) terbuang sia-sia karena sistem pengiriman yang buruk.

Menurutnya, secara umum kota besar tidak memiliki perencanaan logistik secara sistematis. Pengiriman dan penyimpanan dilakukan secara konvensional.

Selain sistem pengiriman yang perlu dibenahi, Setijadi menilai harus disediakan ruang pendingin untuk menjaga makanan perishable tetap terjaga. Ruang pendingin ini bisa ditempatkan di setiap pasar.

“Pemerintah harus menyediakan ini karena pedagang tidak mungkin memiliki modal besar untuk membeli cold storage,” katanya kepada Bisnis, Rabu (30/5/2018).

Cold storage merupakan salah satu cara menerapkan sistem logistik perkotaan atau urban logistics. Fasilitasi ini dirasa perlu mengantisipasi pertumbuhan penduduk semakin melonjak.

Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada 2025 akan mencapai 290 juta. Sementara itu, jumlah penduduk Jakarta saja diperkirakan mencapai 15 juta jiwa pada siang hari.

Di sisi lain, bakal terjadi perubahan kebiasaan masyarakat yang enggan keluar rumah atau kantor dan lebih memilih menggunakan layanan jasa antar. Jika 10% memesan makanan di saat yang bersamaan, maka kondisi jalan yang dilalui jasa kurir akan sangat padat.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cold storage

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top