Begini Progres Rencana Adhi Karya Bangun Jembatan Batam-Bintan

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tengah menyiapkan studi kelayakan terbaru untuk rencana pembangunan jembatan BatamBintan, Kepulauan Riau sepanjang 7 kilometer.
Irene Agustine | 31 Mei 2018 14:11 WIB
Ilustrasi: Nelayan tradisional melintasi kawasan Jembatan Barelang di kelurahan Tembesi, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (28/4/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tengah menyiapkan studi kelayakan terbaru untuk rencana pembangunan jembatan Batam—Bintan Kepulauan Riau sepanjang 7 kilometer yang diestimasi memakan biaya Rp4 triliun.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa investor diminta supaya menyertakan studi kelayakan (feasibility study/FS) terbaru untuk rencana pembangunan jembatan tersebut yang lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pasalnya, rencana pembangunan jembatan tersebut sempat terhenti lama setelah diinisiasi pada 13 tahun lalu atau pada 2005.

Direktur Operasi I ADHI Budi Saddewa Soediro menyatakan bahwa perseroan belum melakukan presentasi terhadap rencana pembangunan jembatan tersebut kepada Kementerian PUPR karena masih menyusun kajian terkait dengan proyek tersebut.

“Masih kami siapkan FS-nya,” kata Budi kepada Bisnis, Rabu (30/5/2018).

Rencananya, pembangunan proyek tersebut akan melibatkan mitra asing yang disebut-sebut berasal dari China atau Korea Selatan. Namun, Budi mengatakan bahwa ADHI belum sampai pada tahapan menentukan mitra tersebut.

Dalam proyek tersebut, ADHI tertarik menjadi investor sekaligus kontraktor.

Salah satu alasan ADHI tertarik menjadi calon investor untuk proyek tersebut karena daerah tersebut nantinya dikembangkan menjadi satu kawasan untuk mendukung perekonomian nasional.

Proyek jembatan Batam—Bintan diinisiasi pada 2005, tetapi akhirnya gagal dibangun. Perusahaan Korea Selatan saat itu disebut-sebut sudah menyatakan ketertarikannya untuk ikut membangun.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Zarkasi menyatakan bahwa memang ada rencana pertemuan diskusi dengan ADHI terkait dengan rencana pembangunan tersebut pekan lalu.

“ADHI kemarin minta mundur diskusinya,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Iwan mengatakan bahwa pembangunan jembatan Batam—Bintan belum masuk pada daftar pembangunan jembatan bentang di Kementerian PUPR tahun ini.

Pada awal Maret 2018, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan bahwa beberapa investor asing sudah menyampaikan keinginan mereka tersebut untuk kembali merealisasikan gagasan pembangunan tersebut, salah satunya berasal dari investor China.

Dia juga menyebut bahwa Presiden Joko Widodo telah merestui untuk mendetailkan rencana pembangunan yang dapat menggenjot konektivitas Kepulauan Riau.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top