KA Bandara Sampai Bekasi Terkendala Infrastruktur dan Kepadatan Jalur

Rencana pemerintah untuk memperpanjang rute perjalanan kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta sampai ke stasiun Bekasi dianggap menjadi solusi untuk memudahkan perpindahan moda bagi masyarakat. Namun, banyak kendala yang harus dituntaskan terkait kepadatan jalur dan infrastruktur pendukungnya.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 24 Mei 2018 17:02 WIB
Kereta Api Bandara melintas di jalur perlintasan kereta di Tangerang, Banten, Senin (19/3). - Bisnis/Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana pemerintah untuk memperpanjang rute perjalanan kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta sampai ke stasiun Bekasi dianggap menjadi solusi untuk memudahkan perpindahan moda bagi masyarakat. Namun, banyak kendala yang harus dituntaskan terkait kepadatan jalur dan infrastruktur pendukungnya.

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana menuturkan saat ini ada satu kekurangan dari kondisi operasional KA Bandara Soetta yaitu belum terintegrasinya KA Bandara dengan stasiun KA jarak jauh.

Walaupun sudah ada bus pengumpan Trans Jakarta dari Stasiun Sudirman Baru-Gambir namun belum terintegrasi secara efektif.

“Nah jadi salah satu tujuan perpanjangan jalur ke Bekasi adala untuk mengintegrasikan dengan KA Jarak Jauh seperti Argo Parahyangan ke Bandung dan Cirebon Ekspress ke Cirebon untuk memudahkan perpindahan moda bagi masyarakat. Selain itu juga untuk menjaring pengguna transportasi udara yang ada di kawasan timur Jakarta,” kata Aditya kepada Bisnis Kamis (24/5/2018).

Kendati demikian, imbuhnya, masih ada satu masalah yang harus dituntaskan oleh pemerintah sebelum memperpanjang rute perjalanan hingga stasiun Bekasi yaitu keterbatasan infrastruktur dan padatnya perjalanan KA terutama di ruas Manggarai-Bekasi.

Pasalnya, ruas tersebut selain digunakan oleh KRL, juga dilintasi oleh KA Jarak Jauh. Tak hanya itu, masih berlangsungnya proyek revitalisasi Stasiun Manggarai dan proyek pembangunan jalur dwiganda Manggarai-Cikarang, yang tentu dalam sementara waktu, juga berdampak mengurangi optimasi kelancaran perjalanan KA di ruas itu.

“Menurut saya, perpanjangan operasi KA Bandara hingga Bekasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan cermat, karena kompleksitas permasalahannya lebih besar daripada di ruas Tangerang-Duri. Karena juga di lintas Bekasi ada operasional KA Jarak Jauh dan juga proyek pembangunan infrastruktur KA yang sedang berlangsung.”

Oleh karena itu, sebelum memperpanjang rute perjalanan KA bandara Soetta hingga stasiun Bekasi, pemerintah perlu memastikan slot perjalanan  KA bandara tidak akan menggangu perjalanan KRL serta kapasitas jalur di Stasiun Bekasi memadai untuk tambahan operasi KA Bandara.

“Dan juga untuk pergerakan penumpang di Stasiun Bekasi sudah disiapkan dengan baik karena nantinya Stasiun Bekasi harus menampung 3 karakter pengguna KA sekaligus, yaitu KRL, KA Jarak Jauh dan KA Bandara.”

Dalam hal ini, Aditya menuturkan pemerintah perlu mempercepat infrastruktur jalur dwiganda di ruas Manggarai—Cikarang atau mempercepat revitalisasi stasiun Manggarai.

Sebab jika dua hal tersebut terselesaikan maka perjalanan KA menjadi efektif dan optimal karena pemisahan penggunaan jalur dan Stasiun Manggarai bisa sebagai titik perpindahan moda KA Jarak Jauh dengan KA Bandara.

Tag : ka bandara
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top