Proyek IDD Tahap II, Gendalo & Gehem Akan Mulai Produksi pada 2023

Proyek Indonesia Deep Water atau IDD Gendalo dan Gehem diperkirakan sudah bisa produksi gas pada 2023. Saat ini, Proyek IDD itu bakal menyelesaikan pre-Front End Engginering and Design atau Pre-FEED pada Juni 2018.
Surya Rianto | 24 Mei 2018 17:17 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek Indonesia Deep Water atau IDD Gendalo dan Gehem diperkirakan sudah bisa produksi gas pada 2023. Saat ini, Proyek IDD itu bakal menyelesaikan pre-Front End Engginering and Design atau Pre-FEED pada Juni 2018.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher mengatakan, sejauh ini proyek IDD masih menunggu hasil pre-FEED yang diperkirakan selesai pada Juni 2018. “Nantinya, setelah ini akan memasuki tahap FEED [Front End Engginering and Design] terlebih dulu, baru mulai POD [Plan of Development],” ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (22/5).

Dalam data SKK Migas, Proyek IDD Gendalo dan Gehem yang dikelola oleh Chevron Makassar Ltd. bakal mulai on stream pada 2024 dan 2025. IDD Gendalo diperkirakan memiliki produksi sekitar 500 juta kaki kubik per hari, sedangkan Gehem memiliki produksi sebesar 420 juta kaki kubik per hari.

Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerima perwakilan Chevron dari Amerika Serikat (AS) dan mendapatkan janji proyek IDD bakal dipercepat.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, perwakilan Chevron dari Houston datang dan menjanjikan akan mempercepat proyek IDD. Nanti, pada Juni 2018, mereka akan memasukkan hasil pre-FEEDnya.

“Jadi, jadwal on stream first gas mereka dipercepat, katanya bisa pada 2023 dari sebelumnya sekitar 2024,” ujarnya.

Arcandra pun optimistis rencana percepatan itu bisa tercapai. Pihaknya pun memberikan beberapa saran contract strategy kepada pengelola IDD tersebut.

“Contract strategy itu seperti, saran untuk kontraktor EPC pada FEED lebih memilih kontraktor yang sesuai. Ini sedang di desain sehingga nanti eksekusinya bisa lebih cepat, bisa hemat sekitar 1 tahun sampai 2 tahun,” ujarnya.

Namun, ketika pihak SKK Migas ditanya terkait percepatan proyek IDD tahap kedua Gendalo – Gehem itu hanya menjawab masih dalam tahap menunggu hasil pre-FEED.

studi pre-FEED proyek IDD Gendalo-Gehem itu sudah dimulai sejak Desember 2017. Optimalisasi konsep pengembangan dan dasar penyederhanaan rancanagan menunjukkan pengembangan modal dan pengurangan biaya operasional yang signifikan.

Sebelumnya, Managing DIrector Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor pun menyebutkan, pihaknya berupaya untuk menyelesaikan studi ini secepat mungkin.

"Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk melanjutkan PSN [Proyek Strategis Nasional ini ke tahap selanjutnya," ujarnya.

Cheron sebagai operator proyek IDD itu memegang 63% saham. Selain itu, mitra joint venture perusahaan asal Negeri Paman Sam pada proyek IDD itu antara lain, Eni, Tip Top, PHE, dan mitra di Muara Bakau.

Tag : chevron
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top