Dunia Penerbangan Indonesia Raih Penghargaan ICAO

Indonesia menerima penghargaan Council President Certificate (CPC) dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) berkat komitmen pemerintah terkait dengan keselamatan penerbangan.
Rio Sandy Pradana | 20 Mei 2018 17:18 WIB
Petugas mengawasi aktivitas di area Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan dari ruang Airport Operation Control Center (AOCC) di Balikpapan, Jumat (2/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia menerima penghargaan Council President Certificate (CPC) dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) berkat komitmen pemerintah terkait dengan keselamatan penerbangan. 

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan ICAO menilai 

Indonesia mampu menyelesaikan sejumlah safety oversight deficiencies, serta terus meningkatkan angka Effective Implementation (EI) Standar dan Rekomendasi Praktis ICAO di bidang keselamatan penerbangan.

"Capaian ini merupakan salah satu hasil dalam membangun sinergi kerja bersama regulator dan operator transportasi udara," kata Agus Minggu (20/5/2018).

Safety oversight merupakan bagian dari proses pengaturan keamanan untuk memastikan bahwa persyaratan peraturan yang berlaku terpenuhi, dan pemantauan penyediaan layanan yang aman. Pengawasan keselamatan dalam penerbangan adalah tanggung jawab nasional, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang internasional.

Dia menuturkan ICAO mengapresiasi sejumlah pembenahan yang dilakukan pemerintah dalam rangka memastikan keselamatan penerbangan di Indonesia. 

Prosedur maupun regulasi tersebut telah dijalankan oleh maskapai, pengelola bandara, pengelola navigasi penerbangan, dan industri pesawat.

Di antaranya dengan menerbitkan peraturan terkait keselamatan penerbangan yang memenuhi standar ICAO, melakukan penguatan tugas dan fungsi organisasi, mengembangkan kapabilitas dan kualifikasi inspektur keselamatan penerbangan, serta memperkuat sistem pengawasan terhadap implementasi standar dan rekomendasi praktis ICAO.

Penghargaan tesebut dinilai bisa lebih meningkatkan kepercayaan dunia internasional pada bidang penerbangan Indonesia, sehingga dapat mendukung peningkatan perekonomian nasional.

Laporan ICAO pada akhir Februari 2018, angka EI Indonesia sebesar 80,34% atau meningkat signifikan dibandingkan dengan capaian 45,33% pada 2014. Hasil audit keselamatan penerbangan tersebut menempatkan Indonesia diperingkat ke-58 dunia dari 192 negara anggota ICAO, atau melompat 94 peringkat dari sebelumnya berada di peringkat ke-152 dunia.

Agus memaparkan Indonesia telah mencapai nilai pemenuhan (effective implementation/EI Score) terhadap audit Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) yang diselenggarakan ICAO. Adapun, nilai EI jauh di atas rata-rata global aviation safety plan.

Indonesia juga telah memiliki tatanan navigasi penerbangan nasional dan tatanan bandara nasional sebagai bagian dari rencana nasional. Di sisi lain, semua bandara internasional Indonesia telah disertifikasi.

Di bidang navigasi penerbangan, imbuhnya, Indonesia telah mengimplementasikan peralihan sistem Aeronautical Information Service (AIS) menjadi sistem Aeronautical Information Management (AIM) melalui sistem berbasis web.

Dia menjelaskan Indonesia telah menerapkan kerjasama sipil militer di bidang pelayanan navigasi penerbangan melalui penandatangan MoU antara AirNav dan TNI AU.

Di dalamnya mengatur tentang operasi penerbangan pada beberapa bandar udara dan pangkalan udara yang digunakan secara bersama, penggunaan ruang udara, serta Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) dan Pendayagunaan Aset.

Tag : icao
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top