Laba Djakarta Lloyd Tumbuh 23%

Perusahaan pelayaran milik negara PT Djakarta Lloyd (Persero) membukukan laba bersih sebanyak Rp36,6 miliar (diaudit) pada 2017 atau tumbuh 23,23% dibandingkan realisasi pada 2016.
Rivki Maulana | 18 Mei 2018 13:15 WIB
djakarta lloyd

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan pelayaran milik negara PT Djakarta Lloyd (Persero) membukukan laba bersih sebanyak Rp36,6 miliar (diaudit) pada 2017 atau tumbuh 23,23% dibandingkan realisasi pada 2016.

Direktur Utama Djakarta Lloyd, Suyoto mengatakan pertumbuhan laba perseroan disumbang dari pendapatan angkutan batu bara dan kegiatan operasional lain yang umumnya bersinergi dengan perusahaan milik negara. Tahun lalu, kontrak angkutan batu bara diperoleh dari PT PLN (Persero). Selain itu, Djakarta Lloyd juga mendapat kontrak penyewaan kapal tunda dari PT Pelindo III (Persero).

Suyoto mengatakan, pertumbuhan laba yang diraih tahun lalu menjadi indikasi perbaikan kinerja perseroan yang sempat mengalami sulit akibat beban keuangan yang menggunung. Untuk diketahui, Djakarta Lloyd telah menyepakati restrukturisasi utang dengan para kreditor lewat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

RUPS pada Selasa 15/05 merupakan yang kedua, karena telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham sebelumnya pada 08/05, hasil RUPS tersebut telah ditetapkan bahwa ada penambahan Jajaran Dewan Komisaris, yaitu mengangkat Bapak Syahril Japarin sebagai Komisaris Independen. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Djakarta Lloyd (Persero) adalah:

"Perusahaan telah membalikan keadaan menjadi lebih baik. Untuk itu di 2018 Djakarta Lloyd akan lebih kreatif dalam inovasi strategis beriringan dengan perkembangan teknologi," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Dalam catatan Bisnis.com, sepanjang 2018 Djakarta Lloyd membidik pendapatan sebanyak Rp800 miliar dan laba bersih Rp70 miliar. Perseroan tahun ini mendapatkan volume kontrak angkutan batu bara 3,7 juta ton. Selain itu perseroan juga meraih kontrak dengan perusahaan swasta dengan volume 500.000 ton per tahun.

Di sisi lain, RUPS juga memutuskan untuk menunjuk Syahril Japarin sebagia komisaris independen. Syahril adalah Direktur Utama Djakarta Lloyd periode 2011-2013. Saat itu, Syahril terlibat dalam upaya restruktisasi utang Djakarta Lloyd dan berhasil mendapatkan kontrak dari PLN sehingga perusahaan yang didirikan pada 1950 itu selamat dari jurang kebangkrutan.

Tag : djakarta lloyd
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top