APP Sinar Mas Cegah Karhutla Jelang Asian Games 2018

Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas mendukung target Presiden Joko Widodo mencapai zero fire and haze selama Asian Games 2018 yang jatuh pada musim kemarau tahun ini.
Sri Mas Sari | 25 April 2018 14:07 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) sedang mendengar penjelasan dari Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Suhendra Wiriadinata (kanan) dan Direktur Sinar Mas Forestry Agus Wahyudi tentang pemanfaatan limbah kertas menjadi produk kreatif saat meninjau stand pameran Indonesia Climate Change Expo 2015 di JCC, Jakarta (15/5 - 2015).

Bisnis.com, JAKARTA - Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas mendukung target Presiden Joko Widodo mencapai zero fire and haze selama Asian Games 2018 yang jatuh pada musim kemarau tahun ini.

Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan perusahaan tidak hanya memberikan dukungan sponsorship sebagai mitra resmi Asian Games, tetapi juga berkontribusi mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang dan selama Asian Games.

"Sampai dengan 2018, APP Sinar Mas menginvestasikan lebih dari US$100 juta untuk upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, ditambah investasi US$3,8 juta khusus untuk persiapan dan selama Asian Games Mei-Oktober 2018," katanya kepada wartawan, Rabu (25/4/2018).

Fire Data and Information Technology Manager APP Sinar Mas Gustaf Rantung menyebutkan dua strategi utama operasi khusus pencegahan karhutla saat Asian Games.

Pertama, pencegahan dengan meningkatkan akurasi pemetaan wilayah yang dianggap rawan ancaman karhutla. Operasi ini meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

"Objektif utamanya adalah melakukan pencegahan dan mitigasi kebakaran ke sel terkecil sehingga jika muncul api, tidak akan terjadi pemadaman skala besar," jelas Gustaf.

Kedua, meningkatkan mitigasi bencana melalui penguatan deteksi bencana dengan menambah menara pemantau api setinggi 32 meter dengan radius pantau 10 km. Penambahan dilakukan di OKI (5 menara), Banyuasin dan Musi Banyuasin (8 menara). Di sekitar area belukar yang vegetasinya tidak padat, dibangun menara mini setinggi 12 meter sebanyak 25 unit. Pemantauan dari menara ini sebagai pengganti patroli darat yang dianggap kurang efektif mendeteksi api.

APP juga menginisiasi program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dikombinasikan dengan pelestarian lingkungan sekitar. Masyarakat diarahkan mengelola lahan secara agroforestri dengan bercocok tanam hortikultura, tanaman pangan peternakan, perikanan, dan olahan makanan untuk konsumsi sendiri atau dijual.

APP memfasilitasi alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk. Program ini ditargetkan menjangkau 500 desa di dalam dan sekitar konsesi hingga 2020 dengan menyalurkan dana bergulir US$10 juta.

Head of Corporate Social and Security APP Sinar Mas Agung Wiyono menyebutkan program DMPA sejak 2015 hingga kini telah menjangkau 191 desa yang tersebar di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sinar mas, asia pulp and paper

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top