Anak Usaha Koperasi Didorong Masuk Bursa

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mendorong koperasi memiliki anak usaha yang mampu masuk ke bursa atau pasar modal.
Agne Yasa | 24 April 2018 01:59 WIB
Siluet karyawan melintasi logo IDX Indonesia Stock Exchange di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (6/7). Indeks Harga Saham Gabungan pada Senin (6/7) berakhir melemah 1,33% ke level 4.916,74, merosot bersama mayoritas indeks bursa di Asia akibat sentimen negatif Yunani. - Bisnis.com / Dwi Prasetyo

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mendorong koperasi memiliki anak usaha yang mampu masuk ke bursa atau pasar modal. 

Puspayoga mengatakan koperasi sebagai badan hukum bisa memiliki anak usaha yang dikembangkan hingga kemudian terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Pihaknya berharap anak usaha koperasi akan makin berkembang sekaligus memperbaiki tata kelola perusahaan melalui GCG (good corporate governance).

"Sudah ada best practice dalam hal ini yaitu Kospin Jasa melalui anak perusahaannya PT Asuransi Jiwa Syariah Mitra Jaya Abadi tbk pada 2017 lalu, di mana harga sahamnya yang dijual Rp140 per lembar saham, langsung meroket jadi Rp300 per saham saat listing, dan kini sudah menjadi Rp1.000 lebih harga sahamnya," ujar Puspayoga, dalam keterangan resminya, Senin (23/4/2018). 

Hal tersebut disampaikan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Telekominikasi Seluler (KISEL) tahun buku 2017. Puspayoga melihat, KISEL dengan prestasinya selama ini sudah layak untuk mempunyai anak usaha yang bisa melepas sahamnya ke bursa apalagi KISEL juga telah memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak di berbagai lini usaha.

"Prestasi KISEL sebagai koperasi terbesar dunia di urutan 128, juga sangat membanggakan dan mengharumkan nama koperasi Indonesia. Saya masih ingat, dua tahun lalu KISEL masih diurutan 300-an, kini sudah semakin berkembang," katanya. 

Dari sisi kinerja, KISEL memiliki total aset sampai Desember 2017 sebesar Rp1,48 triliun, perolehan omzet Rp6,4 triliun dan SHU Rp63,7 miliar.

"Artinya KISEL sudah mampu untuk bersaing dengan perusahaan swasta besar. Memang mungkin KISEL bukanlah koperasi terbesar, namun saya nilai KISEL adalah koperasi terbaik di Indonesia," katanya. 

Dia mendorong jajaran pengurus dan pengawas KISEL terus meningkatkan capaian saat ini. 

"Koperasi harus fokus sebagai badan usaha, jangan suka gonta-ganti pengurus yang sudah terbukti profesional,  karena maju mundurnya koperasi amat tergantung dari pengurus," katanya. 

Puspayoga menambahkan koperasi menjadi wadah yang tepat sebagai sarana untuk pemerataan kesejahteraan. 
Ketua Dewan Pengawas KISEL Hasbi Hasibuan mengatakan meski dalam sisi aset belum menjadi nomor satu, namun KISEL berupaya meraih yang terbaik dari sisi yang lain misalnya kinerja usaha atau GCG. 

"Karena itu KISEL berusaha mencari peluang usaha yang  bisa kita garap, karena KISEL punya modal untuk itu. Jaringan KISEL sudah menyebar dari Aceh sampai Papua, maka begitu KISEL terjun ke satu usaha, maka bisa dibilang itu sudah skala nasional," ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus KISEL Tubagus Daniel Azhari mengatakan, saat ini KISEL memiliki lima anak perusahaan yaitu, PT Kinarya Alihdaya Mandiri (bergerak di bisnis pengelolaan outsourcing, PT Kinarya Selaras Travel, PT Kinarya Selaras Piranti (bisnis buildong management), PT Kinarya Selaras Solusi (digital business advertising dan solution), dan PT Kinarya Mandiri Konstruksi (khususnya pembangunan tower telekomunikasi). 

"Untuk rencana bisnis 2018, selain memperbesar bisnis telekomunikasi, kami juga akan melakukan ekspansi usaha di sektor transportasi dan financial technology atau Fintech," katanya. 

Tag : koperasi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top