Infrastruktur Asia Mengubah Pasar Properti

Colliers International Indonesia mengungkapkan banyak pemerintah di Asia mengejar proyek infrastruktur ambisius yang memiliki potensi untuk mengubah pasar properti.
Anitana Widya Puspa | 24 April 2018 20:21 WIB
Properti di Jakarta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA—Colliers International Indonesia mengungkapkan banyak pemerintah di Asia mengejar proyek infrastruktur ambisius yang memiliki potensi untuk mengubah pasar properti.

Steve Atherton, Director of Capital Markets and Investment Services at Colliers International mencontohkan di Indonesia, misalnya, pengeluaran pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya di sektor infrastruktur telah mendorong prospek untuk perkembangan di sekitar hub transportasi.

Selain itu, adapula India yang telah mengambil langkah-langkah untuk mendorong pembangunan perumahan yang terjangkau, yang harus memberikan momentum untuk sektor perumahan. Sementara pasar properti Jepang diperkirakan akan tetap kuat di menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

“China juga untuk kota-kota seperti Beijing dan Chengdu, langkah-langkah untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas dalam meningkatkan daya tarik daerah terdesentralisasi, telah melihat kenaikan terukur dalam aktivitas pembelian,” katanya melalui riset dikutip Selasa (24/8).

Steve menambahkan ketidakpastian politik dan ekonomi juga telah meredupkan prospek untuk aset lainnya, sehingga pasar properti Asia utama seperti Hong Kong dan Singapura bisa melihat lebih banyak arus modal masuk. Baik pasar hunian massal maupun mewah di Hong Kong terus bertahan dengan baik, dengan rumah di Mount Nicholson baru-baru ini dijual seharga lebih dari USD19.000 per kaki persegi.

Singapura, kata dia, juga telah mengalami lonjakan aktivitas penjualan kolektif perumahan dengan lebih dari USD4 miliar ditransaksikan pada kuartal pertama 2018 saja, mendekati tiga perempat dari total tahun lalu.

Aktivitas investasi tampaknya juga akan meningkat di pasar perdana Seoul, dengan beberapa transaksi besar kemungkinan akan ditutup bulan-bulan mendatang. Pembelian menara K-Twin baru-baru ini oleh Samsung SRA Asset Management menetapkan rekor baru untuk sektor properti komersial Korea Selatan, dengan harga satuan lebih dari USD7.000 per meter persegi.

Sementara itu di Bangkok penjualan situs Kedutaan Besar Inggris di jantung komersial kota itu seharga USD591 juta menandai kesepakatan lahan terbesar dalam sejarah Thailand.

Tag : real estate
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top