Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Rusak Habitat Biota Laut

Hasil monitoring di Teluk Balikpapan mendapati nilai minyak dan lemak perairan telah melampaui batas baku mutu pasca-kejadian tumpahan minyak, 31 Maret silam.
Fariz Fadhillah | 23 April 2018 14:05 WIB
Sejumlah petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan wilayah Kalimantan Timur-Kalimantan Utara melakukan autopsi terhadap bangkai Pesut, mamalia laut jenis lumba-lumba irawady di kawasan Pantai Klandasan, Balikpapan, Kaltim, Selasa (2/4). Pesut yang ditemukan mati terdampar di pantai tersebut, diduga keracunan tumpahan minyak yang saat ini telah menutupi sebagian besar Perairan Balikpapan. - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Hasil monitoring di Teluk Balikpapan mendapati nilai minyak dan lemak perairan telah melampaui batas baku mutu pasca-kejadian tumpahan minyak, 31 Maret silam.

Tumpahan minyak yang bersumber dari fasilitas pipa Pertamina itu bak bencana, tak cuma bagi nelayan, namun juga kelangsungan hidup biota laut.

“Hasil dari sampel air menunjukan bahwa habitat pesut, duyung dan lumba-lumba lain sudah tercemar minyak dan ini menimbulkan kecemasan terhadap populasi mereka,” jelas Danielle Kreb, Manajer Program Ilmiah Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (Rasi) dihubungi Bisnis, Senin (23/4/2018).

Hasil uji kualitas sampel air yang diambil pada 11 dan 12 April di dalam habitat pesut di 4 dari 9 lokasi, menunjukkan nilai minyak dan lemak melampaui baku mutu. Di 3 lokasi pesut atau lumba-lumba menampakkan diri, konsentrasi minyak di permukaan air juga cukup mencemaskan.

Tag : pertamina
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top