Begini Penampakan Pipa Minyak Putus di Teluk Balikpapan

Pertamina melakukan pengangkatan pipa yang putus di Teluk Balikpapan di bawah pengawasan pihak TNI AL, Polda Kaltim, dan kejaksaan setempat sejak Kamis (19/4/2018) hingga Jumat (20/4/2018).
Nancy Junita | 20 April 2018 14:15 WIB
Pertamina mengangkat pipa yang putus di Teluk Balikpapan di bawah pengawasan pihak TNI AL, Polda Kaltim, dan kejaksaan setempat sejak Kamis (19/4/2018) hingga Jumat (20/4/2018). - Dok. Ditjen Migas Kementerian ESDM

Bisnis.com, JAKARTA - Pertamina melakukan pengangkatan pipa yang putus di Teluk Balikpapan di bawah pengawasan pihak TNI AL, Polda Kaltim, dan kejaksaan setempat sejak Kamis (19/4/2018) hingga Jumat (20/4/2018).

Pengangkatan pipa dilakukan Pertamina atas permintaan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) guna investigasi penyebab pipa putus.

Yudy Nugraha, Manager Region Communication and CSR Kalimantan dalam keterangan resmi, Kamis (19/4/2018), mengatakan kemungkinan penggantian pipa akan segera dilakukan setelah proses investigasi selesai.

Pipa pengganti yang disiapkan berjumlah sekitar 22 joint dengan panjang masing-masing 12 meter. Saat ini, Pertamina mengalirkan minyak mentah dari Terminal Crude Lawe lawe ke kilang Balikpapan menggunakan pipa bawah laut lain yang berukuran 16 inci.

Untuk pengangkatan pipa itu diperbantukan Kapal Sea Haven 2 yang dilengkapi Crane. Total, terdapat tiga bagian potongan pipa yang diangkat. Satu bagian potongan pipa diangkat pada Kamis (19/4/2018) dan 2 bagian potongan pipa lainnya akan diangkat Jumat (20/4/2018).

Pemotongan pipa dan pemasangan sling dilakukan oleh 19 orang penyelam atas izin Dirjen Perhubungan Laut, KSOP, dan Polda Kaltim.Para penyelam bekerja dalam tim yang terdiri dari delapan orang, secara bergantian di bawah air masing-masing 45 menit.

Pemotongan pipa yang dilakukan di bawah air membutuhkan waktu yang lama, sehingga pengangkatan pipa juga dilakukan menyesuaikan waktu pemotongan pipa.

Di samping itu, pengangkatan harus memperhitungkan cuaca dan arus bawah laut. Proses pengangkatan pipa sendiri memakan waktu kurang lebih 2 jam setelah sling pengangkat terpasang pada posisi pipa.

Kemudian, pipa ditempatkan di salah satu Jetty milik Pertamina RU V untuk dilakukan investigasi dan rekonstruksi oleh tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim. Pertamina memperkirakan 3 potongan pipa akan tiba pada Sabtu (21/4/2018) pagi.

Kejadian

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mencatat kejadian tumpahan minyak di Teluk Balikpapan terjadi pada 31 Maret 2018 pukul 06:00 WITA. Saat itu, sumber tumpahan minyak memang masih belum diketahui, petugas kapal patroli KPLP melakukan penyisiran dan berkoordinasi dengan instansi terkait dan Perrtamina.

Pihak petugas patroli pun sudah memberikan imbauan kepada kapal lalu lalang yang keluar/masuk pelabuhan untuk hati-hati. Namun, selang 4,5 jam pasca- tumpahan minyak atau pada 10:45 WITA, terjadi kebakaran di perairan/permukaan laut Teluk Balikpapan.

Sekitar pukul 11:25 WITA, api disebut sudah menyambar buritan Kapal MV. EVER Judger dengan bendera Panama, yang sedang berlabuh dan memasang jangkar.

Pasca-kejadian itu, akses keluar dan masuk ke pelabuhan Balikpapan pun ditutup sejak Sabtu 31 Maret 2018 sampai Senin 2 April 2018.
Api pun dapat dipadamkan sekitar pukul 12:30 WITA.

Kapal Ever Judger

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo pun mengatakan ada dugaan jangkar dari Kapal Ever Judger ini \'melorot\' ketika Pandu kapal menyarankan untuk menunggu air pasang tertinggi. Saat itu, kapal direncanakan berangkat dari pelabuhan Balikpapan pada Jumat (30/3/2018) pukul 21:08 WITA.

"Kapal MV Ever Judger itu pun berlabuh dengan posisi jangkar diantara kapal di sekelilingnya dengan jarak 4 Cabel dan jarak dengan Buoy Kuning yang menandakan adanya pipa kurang lebih tiga cabel," ujarnya pada Senin (16/4/2018) malam.

Di sisi lain, Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alpiani mengatakan, Kapal MV EVER Judger itu diselidiki lebih lanjut karena ikut mengalami kebakaran ketika terjadi tumpahan minyak tersebut. Namun, pihaknya memang masih memeriksa lebih lanjut kapal yang mengambil batu bara dari Gunung Bayan tersebut.

"Kami akan memeriksa jangkar kapal MV Ever Judger, apakah ada bekas gesekan dengan pipa atau tidak. Itu harus dibuktikan oleh saksi ahli," ujarnya.

Korban Jiwa

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan kebakaran yang terjadi karena tumpahan minyak di Teluk Balikpapan itu memakan 5 korban jiwa. Akibat tumpahan minyak mentah itu, masyarakat pun merasakan pusing, terutama daerah yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara.

Selain itu, 34 ekosistem tanaman bakau rusak yang bisa setara 6.000 batang bakau. Selain itu, tambak udang dan kepiting juga rusak.

"Satu pesut mati, bekantan juga ada yang mati. Dua hewan itu terhitung sebagai hewan langka," ujarnya.

Tag : pertamina
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top